Mengenal Building and Woods Workers’ International (BWI) Federasi Global Tempat Afiliasi FSPMI untuk Perkuat Perjuangan Buruh

Mengenal Building and Woods Workers’ International (BWI) Federasi Global Tempat Afiliasi FSPMI untuk Perkuat Perjuangan Buruh

Jakarta, KPonline – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) kini tak lagi berjuang sendiri di kancah internasional. FSPMI mulai berafiliasi dengan Building and Woods Workers’ International (BWI) sejak akhir 2025. Hal ini dilakukan untuk memperkuat jaringan international dalam isu perjuangan buruh.

Building and Woods Workers’ International (BWI) didirikan pada tanggal 9 Desember 2005 sebagai penyatuan sektoral dari Federasi Internasional Pekerja Bangunan dan Kayu (IFBWW) dan Federasi Dunia Pekerja Bangunan dan Kayu (WFBW).

BWI adalah Federasi Serikat Buruh Global yang mengelompokkan serikat buruh bebas dan demokratis dengan anggota di sektor Bangunan, Bahan Bangunan, Kayu, Kehutanan, dan Industri Terkait.

Per Januari 2025, BWI mengelompokkan 378 afiliasi serikat pekerja yang mewakili sekitar 12 juta anggota di 108 negara. Kantor pusatnya berada di Jenewa, Swiss, dan kantor regionalnya berlokasi di Panama, Malaysia, dan Afrika Selatan, sementara kantor proyeknya berada di India, Kenya, Brasil, Turki, dan Filipina.

BWI membayangkan dunia dengan serikat pekerja yang kuat, independen, dan demokratis di bidang konstruksi dan perkayuan, di mana semua pekerja memiliki akses yang setara terhadap pekerjaan yang stabil, upah yang adil, serta kondisi kerja dan hidup yang aman dan sehat.

Misi fundamental BWI adalah untuk membela dan memajukan hak-hak pekerja, serta meningkatkan kondisi kerja dan kehidupan di sektor-sektor afiliasinya. BWI memiliki pendekatan berbasis hak dan percaya bahwa hak-hak serikat pekerja adalah hak asasi manusia yang didasarkan pada kesetaraan, solidaritas, dan demokrasi.

BWI menjadikan standar ketenagakerjaan internasional dari Organisasi Buruh Internasional (ILO), Deklarasi Prinsip dan Hak Fundamental di Tempat Kerja, dan agenda Kerja Layak dari ILO sebagai agenda utama serikat pekerja di sektornya.

Untuk periode Kongres 2023–2026, Building and Woods Workers’ International (BWI) telah mengidentifikasi lima bidang kerja prioritas yang dalam Rencana Strategis Vamos! disebut KONVERGENSI:

1. Memperjuangkan Keadilan Iklim
2. Serikat Pekerja Inklusif
3. Memastikan Keselamatan dan Kesehatan Pekerja
4. Globalisasi Hak-Hak Pekerja
5. Masa Depan Pekerjaan yang Adil

BWI memiliki Status Konsultatif Khusus untuk Komite Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan terlibat dengan organisasi internasional seperti ILO, Organisasi Kayu Tropis Internasional (ITTO), FAO, serta badan tata kelola olahraga global seperti FIFA dan Komite Olimpiade Internasional (IOC).

BWI memiliki 15 perjanjian kerangka kerja internasional (IFA) dengan perusahaan multinasional dan melibatkan bank pembangunan multilateral seperti Bank Dunia dalam hal hak-hak buruh khususnya kesehatan dan keselamatan kerja. BWI bahkan telah menandatangani nota kesepahaman dengan Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (EBRD) dan Bank Pembangunan Asia (ADB).

Global Union juga merupakan bagian dari sistem sertifikasi hutan utama di dunia, yaitu Forest Stewardship Council (FSC) dan Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC).

Presiden Internasional adalah Per Olof Sjöö dari GS Union Swedia. Sekretaris Jenderal adalah Ambet Yuson dari Filipina. Wakil Presidennya antara lain Nicole Simons dari IG BAU Jerman, Gail Cartmail dari UNITE Inggris, dan Saul Mendez dari SUNTRACS Panama.

Kongres terakhir BWI diadakan di Madrid, Spanyol pada Oktober 2022 dan kongres berikutnya akan diadakan di São Paulo, Brasil pada 16–20 November 2026.

Bagi FSPMI, berafiliasi dengan Building and Woods Workers’ International (BWI) membuka akses pada solidaritas global, pelatihan internasional, hingga advokasi lintas negara. Terutama untuk sektor metal yang terkait erat dengan konstruksi dan rantai pasok industri global, jaringan BWI menjadi strategis dalam menghadapi praktik ketenagakerjaan eksploitatif dari perusahaan multinasional. (Yanto)