Kunang-Kunang, Kupu-Kupu,’ Pengusaha Sekarang Sukanya Menipu,’ Konsolidasi Akbar PUK SPAI FSPMI PT. Dada Indonesia

Purwakarta, KPonline – Kunang-kunang, Kupu-kupu. Pengusaha sekarang, sukanya menipu. Berawal dari libur panjang namun sesudahnya berakhir penutupan dan sampai saat ini, kurang lebih seribu empat ratus pekerja emak-emak PT. Dada Indonesia belum mendapatkan hak mereka, berupa uang pesangon bilamana perusahaan mereka tutup dan tidak lagi beroperasi/produksi.

 

 

Hampir tujuh bulan lamanya sejak 31 Oktober 2018. pekerja emak-emak harus hidup dalam serba kekurangan dan ketidakpastian, sehingga untuk menanggapi hal tersebut, mereka bertahan di tenda juang PT. Dada Indonesia, menunggu keadilan yang kini pergi menjauh dari kehidupan mereka.

Tanpa terasa, seiring dengan berjalannya waktu. Kita sedang berada di bulan suci ramadhan, dimana umat muslim menjalani ibadah puasa dengan tidak makan, tidak minum dan menahan hawa nafsu, mulai dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari.

 

Dalam kesempatan ramadhan tahun ini, Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia PT. Dada Indonesia melakukan Konsolidasi Akbar didepan gerbang PT. Dada Indonesia, Sadang-Purwakarta.

Fuad BM, Suryadi Gurning, beserta jajaran PC SPAI FSPMI Purwakarta ikut hadir dalam agenda tersebut. Selain membahas perjuangan dan perkembangan serta permasalahan yang terjadi di PUK SPAI FSPMI PT. Dada Indonesia, Sumbangan uang yang telah diberikan oleh rekan-rekan anggota FSPMI akan dibagikan kepada anggota PUK SPAI FSPMI PT. Dada Indonesia dalam bentuk uang ketupat dan semoga uang ketupat tersebut bisa bermanfaat bagi rekan-rekan anggota untuk menghadapi hari raya idul fitri.

“Kita harus menunjukan harga diri kita sebagai pekerja PT. Dada Indonesia, untuk terus berjuang mendapatkan hak yang memang wajib kita dapatkan. Sesuai dengan aturan normatif yaitu ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku”. Ucap Fuad BM (Ketua FSPMI Purwakarta)

 

 

Tersenyum dan bersukur begitu jelas hadir dan terlihat disetiap diri pekerja emak-emak PT. Dada Indonesia. Meski mungkin nilai uang yang diberikan kepada rekan-rekan anggota PUK SPAI FSPMI PT. Dada Indonesia dalam kesempatan tersebut tidak besar, namun jejak solidaritas FSPMI kepada sesama anggota masih tetap ada dan terjaga.

 

 

“Kami sangat senang dan terima-kasih mendapatkan bantuan dalam bentuk uang. Semoga apa yang telah diberikan kawan-kawan FSPMI menjadi semangat untuk kami, pekerja emak-emak PT. Dada Indonesia untuk terus berjuang untuk mendapatkan hak uang pesangon yang sampai saat ini belum kami dapatkan.” ucap Elni (Ketua PUK SPAI FSPMI PT. Dada Indonesia)

 

 

Jalin tali silahturahmi melalui konsolidasi di bulan ramadhan, merupakan salah satu hal terbaik dalam menjaga semangat serta kekompakan dalam suatu perjuangan diantara rekan-rekan anggota. Bersamaan dengan buka puasa bersama dan pembagian uang ketupat kepada anggota, menjadikan Rabu 29 Mei 2019 adalah bukti pejuangan pekerja emak-emak PT. Dada Indonesia, tanpa kompromi melawan ketidakbaikan pengusaha yang menyepelekan Undang-Undang Ketenagakerjaan bentukan Pemerintah.

 

 

Senada dengan hal yang sama, Yeni salah satu bagian dari Tim Media Perdjoeangan Daerah Kab. Purwakarta dan beliau merupakan salah satu bagian dari pengurus PUK SPAI FSPMI PT. Dada Indonesia menambahkan,”Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada seluruh PUK FSPMI Purwakarta yang sudah memberikan bantuannya. Baik itu dalam bentuk moril dan materil, sehingga bisa dirasakan dan dinikmati oleh seluruh anggota PUK SPAI FSPMI PT. Dada Indonesia, terutama untuk seluruh perangkat PC dan KC FSPMI Kab. Purwakarta, meskipun nilainya tidak seberapa namun kami dari PUK insaallah akan selalu berusaha amanah.”