Ketika Sekolah Ideologi Dasar FSPMI Membentuk Buruh yang Paham Hak, Kewajiban dan Peran Organisasi

Ketika Sekolah Ideologi Dasar FSPMI Membentuk Buruh yang Paham Hak, Kewajiban dan Peran Organisasi

Jakarta, KPonline-Pelaksanaan Sekolah Ideologi Dasar (Seida) yang diselenggarakan oleh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menjadi salah satu upaya penting organisasi dalam meningkatkan kualitas kader dan anggota serikat pekerja. Dalam Seida para peserta dibekali pendidikan ideologi melalui pemahaman mengenai peran, fungsi, serta tanggung jawab sebagai anggota serikat pekerja di lingkungan kerja maupun dalam organisasi.

Salah satu pemateri Seida, Ridwan Pandjaitan yang menjabat sebagai DPP FSPMI Departemen K3, menegaskan bahwa pendidikan ideologi merupakan fondasi penting untuk membangun kesadaran dan pola pikir pekerja mengenai makna berserikat.

Bacaan Lainnya

“Pendidikan ini bertujuan membuka cakrawala berpikir serta memperkuat ideologi pekerja agar memahami apa yang seharusnya dilakukan, baik di tempat kerja maupun di dalam organisasi, mulai dari tingkat paling bawah hingga tingkat konfederasi,” ujar Ridwan.

Ridwan mengungkapkan, serikat pekerja merupakan organisasi yang memiliki tugas utama memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan anggotanya. Oleh karena itu, setiap anggota perlu memiliki pemahaman yang kuat mengenai tujuan dan fungsi organisasi agar perjuangan yang dilakukan berjalan secara terarah.

Ridwan juga membagikan pengalamannya ketika pertama kali bergabung sebagai anggota hingga menjadi pengurus serikat pekerja. Saat itu, ia mengaku belum mendapatkan pendidikan khusus mengenai organisasi. Namun, dorongan hati untuk membantu rekan-rekan pekerja menjadi motivasi utamanya dalam memperjuangkan hak-hak buruh.

“Saya teringat ketika pertama kali menjadi anggota, bahkan menjadi pengurus serikat pekerja. Saat itu tidak ada yang mengajari saya. Yang ada hanya dorongan dari hati untuk melakukan sesuatu bagi teman-teman pekerja,” kenangnya.

Pengalaman tersebut, lanjut Ridwan, menjadi alasan pentingnya penyelenggaraan pendidikan ideologi secara berkelanjutan. Dengan adanya Seida, generasi pekerja saat ini tidak perlu lagi belajar secara otodidak, melainkan memperoleh bekal pengetahuan yang sistematis mengenai hak, kewajiban, serta peran strategis serikat pekerja.

Ia berharap seluruh peserta mampu menjadi kader yang memahami hak dan kewajibannya sebagai pekerja, sekaligus mampu membela kepentingan pekerja di lingkungan perusahaan sesuai dengan prinsip-prinsip organisasi.

“Mudah-mudahan mereka menjadi pekerja yang mengerti hak dan kewajibannya, memahami apa yang harus dilakukan, serta mampu memperjuangkan dan membela kepentingan pekerja di lingkungan kerjanya,” tuturnya.

Ridwan berharap program Sekolah Ideologi Dasar FSPMI terus dilaksanakan secara berjenjang hingga ke tingkat paling bawah. Menurutnya, keberlangsungan pendidikan kader merupakan kunci dalam menciptakan organisasi yang kuat dan melahirkan anggota yang memahami secara utuh peran serta fungsi berserikat.

“Pendidikan ini harus terus berlanjut sampai ke tingkat yang paling bawah, sehingga pekerja-pekerja Indonesia, khususnya anggota FSPMI, benar-benar memahami peran dan fungsi organisasi serikat pekerja serta mampu menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak kaum buruh,” pungkasnya.

Pos terkait