Subang, KPonline–Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) resmi ditutup dalam sebuah upacara yang berlangsung di Curug Capolaga, Subang, Minggu (5/7/2026).
Dalam upacara penutupan tersebut, Sekretaris PUK SPAMK FSPMI PT HMMI, Elvan Septian, menyampaikan pidato penutup dihadapan jajaran pengurus, instruktur, dan seluruh peserta LDK.
Elvan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia memberikan penghormatan kepada Ketua DPW, Ketua Konsulat Cabang, Ketua PUK, jajaran Garda Metal, tim pelatihan, para pengurus, serta seluruh peserta yang mengikuti LDK.
Menurut Elvan, tujuan utama dalam sambutannya bukanlah menyampaikan pidato panjang, melainkan menumbuhkan optimisme di tengah berbagai tantangan yang tengah dihadapi para pekerja, termasuk isu merger yang belakangan menjadi perhatian pekerja PT Hino.

Ia mengajak seluruh anggota untuk tidak larut dalam kekhawatiran. Menurutnya, PT Hino Motors Manufacturing Indonesia memiliki berbagai keunggulan, baik dari sisi infrastruktur pabrik maupun kualitas sumber daya manusia, sehingga para pekerja tidak perlu kehilangan rasa percaya diri menghadapi berbagai perubahan yang mungkin terjadi.
“Yang harus kita bangun adalah semangat. Jangan mudah takut dengan berbagai isu yang berkembang. Hino memiliki kekuatan dan kualitas yang patut kita banggakan,” ujarnya.
Elvan juga mengungkapkan bahwa pihak serikat terus melakukan berbagai kajian terhadap informasi yang berkembang agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum tentu benar.
Ia menilai, berbagai keputusan bisnis tentu akan mempertimbangkan efisiensi, kesiapan fasilitas produksi, serta kualitas tenaga kerja yang dimiliki perusahaan.
Selain membahas kondisi perusahaan, Elvan juga mengingatkan pentingnya menjaga situasi hubungan industrial yang kondusif. Menurutnya, aksi unjuk rasa merupakan hak pekerja, namun harus menjadi pilihan terakhir setelah seluruh upaya dialog, komunikasi, dan perundingan dilakukan secara maksimal.
“Aksi bukan untuk dilakukan setiap saat. Ketika komunikasi, lobi, dan perundingan sudah ditempuh namun tidak membuahkan hasil, barulah aksi menjadi langkah terakhir. Dengan begitu perjuangan tetap memiliki kekuatan dan makna,” tegasnya.
Lebih jauh, Elvan menekankan bahwa LDK bukan hanya menjadi ajang menambah pengetahuan organisasi, tetapi juga menjadi sarana mempersiapkan kader-kader penerus yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di tubuh PUK SPAMK FSPMI PT HMMI.
Ia mengingatkan bahwa para pengurus senior suatu saat akan mengakhiri masa baktinya. Karena itu, peserta LDK diharapkan mulai mempersiapkan diri menjadi pemimpin organisasi yang mampu menjaga soliditas dan memperjuangkan kepentingan anggota.
“Generasi inilah yang nantinya akan menggantikan para senior kita. Siapa pun yang menjadi nahkoda organisasi ke depan, rumah besarnya tetap PUK SPAMK FSPMI. Karena itu, organisasi ini harus terus kita dukung bersama,” katanya.
Di akhir sambutannya, Elvan menyampaikan terima kasih kepada tim pelatihan yang telah memberikan berbagai materi selama dua hari penuh. Ia berharap seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai teori, melainkan dapat diterapkan baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga berharap kegiatan LDK dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan membuka angkatan berikutnya pada masa mendatang, sehingga semakin banyak kader muda yang memiliki kemampuan kepemimpinan dan pemahaman organisasi yang kuat.
Kemudian, Elvan secara resmi menutup rangkaian kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan PUK SPAMK FSPMI PT Hino Motors Manufacturing Indonesia yang diselenggarakan pada 4–5 Juli 2026 di Curug Capolaga, Subang.
Prosesi penutupan ditutup dengan pekikan yel kebanggaan organisasi yang dipimpin langsung oleh Elvan kemudian disambut lantang oleh seluruh peserta. “Kami Cinta Negeri Ini, Tapi Benci Dengan Sistem yang Ada. Hanya ada satu kata, Lawan!”



