Melalui Adu Penalti PS PTPN III di Final, Runner-up Liga Top Skor Simalungun 2026: Bukti Komitmen Direksi Membangun Generasi Berprestasi

Melalui Adu Penalti PS PTPN III di Final, Runner-up Liga Top Skor Simalungun 2026: Bukti Komitmen Direksi Membangun Generasi Berprestasi

Medan,KP.online – Perjuangan luar biasa diperlihatkan PS PTPN III U-16 pada partai final Liga Top Skor Simalungun 2026. Bertanding dengan semangat pantang menyerah setelah menjalani dua laga dalam satu hari, skuad muda binaan PTPN III harus puas finis sebagai runner-up usai takluk dari PS Sejati Jaya Serdang Bedagai melalui drama adu penalti di Lapangan Batalyon 463 Pasgat, Medan, Minggu (5/7/2026).

Meski gagal mengangkat trofi juara, pencapaian tersebut menjadi catatan membanggakan sekaligus menegaskan keberhasilan program pembinaan sepak bola usia muda yang mendapat dukungan penuh dari Direksi PTPN III (Holding), PTPN IV/PalmCo, serta jajaran manajemen PTPN IV Regional I.

Perjalanan menuju partai puncak bukanlah sesuatu yang diraih dengan mudah. Beberapa jam sebelum laga final, PS PTPN III terlebih dahulu bertarung di babak semifinal dan sukses menyingkirkan PT AC Football Club Labuhanbatu Utara dengan skor tipis 1-0. Kemenangan itu mengantarkan mereka ke partai penentuan sekaligus menguras energi para pemain muda.

Dalam kondisi fisik yang tidak lagi prima, para pemain tetap mampu memberikan perlawanan sengit. Disiplin bertahan, kerja sama antarlini, dan mental bertanding yang kuat membuat pertandingan berlangsung ketat hingga waktu normal berakhir. Pemenang akhirnya ditentukan melalui adu penalti, yang dimenangkan PS Sejati Jaya Serdang Bedagai.

Manajer sekaligus Pelatih PS PTPN III, Erwin Setiawan, mengaku bangga atas dedikasi yang ditunjukkan anak asuhnya sepanjang turnamen.

“Final Liga Top Skor Simalungun ini merupakan rangkaian menuju Top Skor Championship 2026 di Jakarta. Anak-anak kemungkinan sudah mengalami kelelahan karena harus menjalani dua pertandingan dalam sehari. Namun mereka tetap menunjukkan semangat juang yang luar biasa hingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti. Saya bangga dengan perjuangan mereka,” ujar Erwin usai pertandingan.

Menurutnya, hasil tersebut bukan sekadar soal menang atau kalah. Pengalaman tampil hingga babak final menjadi bekal penting dalam membentuk karakter, mental juara, serta meningkatkan kualitas permainan para pemain muda untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.

Keberhasilan menembus final menjadi bukti nyata bahwa pembinaan olahraga yang dilakukan PTPN III (Holding), PTPN IV/PalmCo, dan PTPN IV Regional I berjalan pada jalur yang tepat. Konsistensi dalam membangun sepak bola usia dini diyakini akan melahirkan atlet-atlet berbakat yang tidak hanya berprestasi di lapangan, tetapi juga memiliki disiplin, sportivitas, integritas, dan daya juang yang tinggi.

Liga Top Skor selama ini dikenal sebagai salah satu kompetisi pembinaan usia muda yang melahirkan banyak pesepak bola potensial. Karena itu, keberhasilan PS PTPN III menembus partai final menjadi pencapaian yang patut diapresiasi dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan.

Bagi keluarga besar PTPN III, PTPN IV/PalmCo, dan PTPN IV Regional I, gelar runner-up bukanlah akhir dari perjalanan. Sebaliknya, prestasi ini menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh, memperkuat sistem pembinaan, dan mempersiapkan generasi pesepak bola muda yang siap bersaing di level nasional, maupun internasional nantinya (Anto Bangun)