TTM 1 Batch 2: Dimas Bawakan Materi Kebebasan Berserikat di PT DOK dan Perkapalan Kodja Bahari

TTM 1 Batch 2: Dimas Bawakan Materi Kebebasan Berserikat di PT DOK dan Perkapalan Kodja Bahari

Jakarta, KPonline-Kegiatan Training of Trainer Module (TTM) 1 Batch 2 terus berlanjut di PT DOK dan Perkapalan Kodja Bahari dengan agenda praktik mengajar sebagai bagian dari proses pembentukan instruktur di lingkungan FSPMI. Pada sesi kali ini, Dimas, selaku peserta TTM 1 Batch 2, mendapat kesempatan membawakan materi bertema Kebebasan Berserikat di hadapan seluruh peserta pelatihan. Minggu, (5/7/2026).

Kegiatan praktik mengajar tersebut dibuka secara resmi oleh Kahar S. Cahyono, Ketua Umum PP SPPJM FSPMI. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan kader merupakan fondasi penting dalam membangun organisasi yang kuat, sehingga setiap peserta harus mampu menjadi instruktur yang siap menyebarluaskan pendidikan kepada anggota serikat pekerja.

Kahar juga mengingatkan bahwa kebebasan berserikat merupakan hak fundamental setiap pekerja yang dijamin oleh konstitusi serta peraturan perundang-undangan. Oleh sebab itu, kader FSPMI harus memahami nilai-nilai tersebut agar mampu memperjuangkan hak-hak pekerja melalui organisasi yang demokratis, mandiri, dan bertanggung jawab.

Dalam pemaparannya, Dimas menjelaskan bahwa kebebasan berserikat bukan hanya memberikan hak kepada pekerja untuk membentuk atau bergabung dengan serikat pekerja, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, meningkatkan kesejahteraan, dan memperkuat posisi tawar pekerja dalam memperjuangkan hak-haknya.

Penyampaian materi berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta dalam diskusi mengenai berbagai tantangan kebebasan berserikat di lingkungan kerja. Berbagai pengalaman organisasi turut dibahas sebagai pembelajaran agar para calon instruktur mampu memberikan solusi dan pemahaman yang tepat kepada anggota di lapangan.

Suasana pelatihan di PT DOK dan Perkapalan Kodja Bahari berlangsung penuh semangat. Para peserta aktif bertanya, menyampaikan pandangan, serta memberikan masukan terhadap metode penyampaian materi sebagai bagian dari evaluasi praktik mengajar dalam TTM 1 Batch 2.

Melalui kegiatan ini, FSPMI berharap lahir instruktur-instruktur yang memiliki kemampuan mengajar, pemahaman ideologi organisasi, serta komitmen tinggi dalam memperkuat gerakan serikat pekerja. Kaderisasi yang berkelanjutan diyakini akan menjadi kekuatan utama FSPMI dalam memperjuangkan hak, kesejahteraan, dan keadilan bagi seluruh pekerja Indonesia.