Jakarta, KPonline-Penunjukan Said Iqbal sebagai penasihat khusus Presiden bidang ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh terus menjadi sorotan. Pemerintah menegaskan, langkah tersebut bukan sekadar penempatan figur, melainkan bagian dari strategi memperkuat komunikasi antara negara dan kalangan pekerja di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi bangsa.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto sengaja memilih figur yang memiliki kedekatan dengan dunia ketenagakerjaan agar jalur komunikasi antara pemerintah dan kelompok pekerja dapat berjalan lebih cair, intens, dan efektif.
Menurut Prasetyo, pemerintah membutuhkan sosok yang memahami secara langsung denyut kehidupan pekerja, mulai dari persoalan upah, jaminan sosial, hubungan industrial, hingga tantangan ketenagakerjaan yang muncul akibat perlambatan ekonomi global. Dalam konteks itulah, rekam jejak Said Iqbal sebagai aktivis dan pemimpin gerakan buruh menjadi salah satu pertimbangan utama Presiden.
Selama puluhan tahun, Said Iqbal dikenal sebagai salah satu tokoh yang paling vokal menyuarakan aspirasi kaum pekerja. Namanya kerap muncul dalam berbagai perjuangan buruh nasional, mulai dari isu pengupahan, penghapusan sistem kerja yang merugikan pekerja, perlindungan jaminan sosial, hingga advokasi terhadap korban pemutusan hubungan kerja.
Penunjukan tersebut juga dinilai sebagai sinyal bahwa pemerintah ingin membuka ruang dialog yang lebih luas dengan kalangan pekerja. Di tengah situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian, meningkatnya persaingan industri global, serta ancaman gelombang PHK di sejumlah sektor. Komunikasi yang baik antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.



