Buruh Batam : “Turunkan BBM atau Turunkan Pak Jokowi”

Batam,KPonline – Belum puas aksi demo sebelumnya ribuan buruh dan mahasiswa Batam hari ini (19/9) menggelar aksi untuk rasa di kantor Gubernur Kepri, Kantor Walikota Batam, dan juga DPRD Batam. Mereka tergabung dalam Koalisi Rakyat dan terdiri buruh FSPMI, SBSI, Partai Buruh dan Mahasiswa 8 universitas di antaranya STAI Ibnu Sina Batam , Universitas Ibnu Sina, STIKOM Muhammadiyah , STIT Muhammadiyah , STIDKI Al-Aziz, STIQ Kepri, Institut Agama Islam Abdullah Said dan dari Unrika

Aksi hari ini masih dalam rangka menolak kenaikan harga BBM yang sudah di tetapkan oleh pemerintah Jokowi. Dalam poster yang di bawa oleh salah seorang peserta aksi mereka menyerukan “Turunkan BBM atau Turunkan Jokowi”

Bacaan Lainnya

Salah satu peserta aksi menyayangkan langkah pemerintah menaikan harga BBM di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil . Ia mengatakan ” kalau lah alasan pemerintah menaikkan harga BBM subsidi karena banyak dipakai orang mampu, kenapa malah menaikkan harganya? Seharusnya kan pengawasan diperketat. Bukan malah harganya yang dinaikkan,”

Seperti di ketahui Pemerintah resmi menaikkan harga sejumlah jenis bahan bakar minyak (BBM) yakni Pertalite, Solar subsidi, dan Pertamax pada Sabtu (3/9/2022).

Penyesuaian harga BBM itu terjadi untuk Pertalite dari harga awal Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, diikuti Solar subsidi dari harga awal Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter. Adapun pemerintah turut mengerek harga Pertamax non subsidi dari angka Rp12.500 ke posisi Rp14.500 per liter.

Pengumuman kenaikan harga BBM subsidi dan BBM nonsubsidi tersebut bertepatan dengan turunnya harga minyak mentah dunia belakangan ini. Alhasil, kebijakan ini pun menjadi dipertanyakan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan alokasi anggaran subsidi bahan bakar minyak atau BBM tetap tidak akan mencukupi, meskipun harga minyak global turun. Pemerintah pun memilih menaikkan harga BBM mulai hari ini. Dia menjelaskan bahwa pada tahun ini pemerintah telah menyiapkan anggaran subsidi energi Rp502 triliun.

Total anggaran itu mencakup subsidi serta kompensasi untuk BBM, liquid petroleum gas (LPG), dan listrik. Meskipun anggaran subsidi dan kompensasi energi sudah naik tiga kali lipat dari alokasi awal, dananya ternyata tidak mencukupi kebutuhan. Penyebabnya, kondisi saat ini tidak sesuai dengan asumsi dalam penentuan anggaran subsidi.

(Maryam Ete)

Pos terkait