Batam, KPonline- Aksi unjuk rasa yang di lakukan federasi serikat pekerja metal Indonesia(FSPMI) kota Batam, yang di pusatkan di gedung Graha Kepri Batam. Membawa beberapa tuntutan baik nasional ataupun daerah.
Di daerah buruh FSPMI Batam, menuntut melaksanakan dan pengawasan yang maksimal terhadap K3 di setiap perusahaan dan mengutamakan lulusan lokal untuk bekerja di Batam.
Hal ini juga di pertegas oleh ketua DPW FSPMI Kepri Suprato, dalam orasinya mengatakan, “banyak buruh yang nyawa melayang karen kurangnya kepedulian dari perusahaan terkait K3 dan juga kurangnya pengawasan yang maksimal dari pemerintah”. Sehingga hal ini sangat di sayangkan terjadi, ucapnya.
Terkait outsourching Suprato juga “mengingatkan pemerintah untuk menghapus outsourching yang melanggar dan memberikan upah murah kepada buruh”. Tentu Dengan gaji yang layak sehingga kesejahteraan buruh Batam meningkat,timpalnya”.
Selain itu suprapto juga menyoroti terkait lulusan lokal atau daerah yang saat ini sangat susah untuk bekerja di perusahaan di kota Batam.
“Saya mendapat beberapa keluhan dari masyarakat, saat ini lulusan lokal, sangat susah masuk ke perusahaan di Batam, ucapnya”.
Suprapto berharap pemerintah provinsi dan kota Batam melakukan sinergitas untuk dapat menyelesaikan permasalahaan ini. Tentu perusahaan memiliki kompetensi yang di perlukan, sehingga pemerintah provinsi dan kota Batam bisa menyiapkan SDM yang sesuai kompentensi yang di perlukan oleh perusahaan, sehingga setelah lulus anak-anak kita sudah siap untuk bekerja.



