Tangerang, KPonline – Ratusan anggota PUK SPAI FSPMI PT Molex Ayus bersama massa FSPMI Tangerang menggelar aksi unjuk rasa lanjutan dengan mendatangi kantor pusat perusahaan di Jakarta pada Senin (15/06/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut kejelasan pembayaran selisih upah tahun 2026 yang mengacu pada UMSK sebagaimana telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Banten.
Para peserta aksi berangkat menggunakan dua armada bus serta beberapa kendaraan minibus dari Tangerang menuju Jakarta. Aksi ini merupakan lanjutan dari perjuangan yang telah dilakukan selama satu pekan di lingkungan perusahaan, namun hingga saat ini belum menghasilkan penyelesaian yang memuaskan.
Dalam wawancara dengan tim Media Perdjoeangan, Wawaftahni, S.H menjelaskan bahwa aksi tersebut dilakukan karena belum adanya itikad baik dari manajemen PT Molex Ayus untuk menyelesaikan persoalan upah yang menjadi tuntutan para pekerja.
“Selama satu minggu kami telah melakukan aksi di perusahaan, namun belum ada penyelesaian yang jelas. Karena itu hari ini kami mendatangi kantor pusat PT Molex Ayus di Jakarta untuk menyampaikan tuntutan secara langsung. Meskipun kami mendapat informasi bahwa kantor pusat sedang diliburkan, kami tetap akan menyuarakan aspirasi dan menuntut hak-hak pekerja,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari instruksi organisasi dalam memperjuangkan hak pekerja agar kenaikan upah tahun 2026 dibayarkan sesuai ketentuan yang tertuang dalam SK Gubernur Banten.
Sementara itu, Sujiatin, Panglima Koordinator Daerah (Pangkorda) Garda Metal Tangerang, menyatakan pihaknya akan terus mengawal perjuangan anggota PUK SPAI FSPMI PT Molex Ayus hingga diperoleh kejelasan penyelesaian atas perselisihan tersebut.
“Kami dari Garda Metal Tangerang akan terus mengawal perjuangan kawan-kawan PUK SPAI FSPMI PT Molex Ayus. Sudah satu minggu aksi dilakukan, namun belum ada hasil yang signifikan. Hari ini kami mendatangi kantor pusat perusahaan untuk meminta kejelasan terkait persoalan ini,” tegasnya.
Menurut Sujiatin, apabila hingga akhir aksi belum ada titik terang dalam penyelesaian masalah tersebut, pihaknya akan meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FSPMI untuk menentukan langkah perjuangan selanjutnya.
Di akhir pernyataannya, Sujiatin mengajak seluruh anggota untuk tetap menjaga semangat perjuangan, solidaritas, dan kekompakan organisasi.
“Tetap semangat, jaga persatuan dan kekompakan sesama anggota. Dengan kebersamaan, perjuangan akan semakin kuat,” pungkasnya.



