Bekasi, KPonline – Perundingan antara PUK SPAI FSPMI PT. QL Agrofood yang didampingi tim kuasa hukum dengan jajaran manajemen PT. QL Agrofood masih berlangsung hingga sore hari. Perundingan tersebut dilakukan untuk membahas tuntutan pekerja yang terdampak dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak serta upaya penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Kamis (23/7/26).
Meski kedua belah pihak telah menyampaikan argumentasi dan sikap masing-masing, jalannya perundingan berlangsung cukup alot dan hingga berita ini diturunkan belum menghasilkan kesepakatan. Tim perunding dari serikat pekerja tetap berupaya memperjuangkan agar para pekerja yang terdampak dapat dipekerjakan kembali dan memperoleh perlindungan atas hak-hak normatifnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Di tengah berlangsungnya proses perundingan, gelombang solidaritas terus mengalir. Massa aksi dari berbagai PUK SPAI FSPMI maupun elemen FSPMI di kawasan industri Bekasi berdatangan ke lokasi untuk memberikan dukungan moril kepada para pekerja yang sedang memperjuangkan hak-haknya.
Memasuki waktu senja, jumlah massa aksi semakin bertambah. Para pekerja yang telah menyelesaikan shift pertama turut bergabung bersama rekan-rekan mereka di depan perusahaan. Kehadiran mereka menjadi bukti kuatnya solidaritas sesama pekerja sekaligus menambah semangat bagi tim perunding yang masih berada di dalam ruang negosiasi.
Dari luar area perundingan, massa aksi terus menyuarakan aspirasi secara tertib melalui orasi-orasi yang menyerukan agar pihak perusahaan segera mengambil langkah bijaksana dengan mengedepankan penyelesaian secara musyawarah dan mengembalikan para pekerja yang terdampak ke tempat kerja mereka.
PUK SPAI FSPMI PT. QL Agrofood menegaskan bahwa perjuangan ini akan terus dilakukan secara damai, konstitusional, dan sesuai mekanisme hubungan industrial. Serikat pekerja berharap manajemen PT. QL Agrofood menunjukkan itikad baik untuk mencapai kesepakatan yang adil, sehingga persoalan ini dapat diselesaikan tanpa mengabaikan hak-hak para pekerja.
Hingga berita ini diterbitkan, proses perundingan masih berlangsung dan ratusan massa solidaritas tetap bertahan di lokasi aksi untuk mengawal jalannya negosiasi. Mereka menyatakan akan terus memberikan dukungan hingga terdapat keputusan yang memberikan kepastian dan keadilan bagi para pekerja.
Penulis: Asep Lili



