Karawang, KPonline – Ketua PUK SPAMK FSPMI PT Asian Isuzu Casting Center, Bung Afan Aji, menyampaikan sejumlah catatan penting dalam sambutannya pada agenda Rapat Kerja Unit (Rakernik) 1 PUK SPAMK FSPMI PT Asian Isuzu Casting Center yang berlangsung di Hotel Grand Karawang Indah, Kabupaten Karawang, Minggu (6/9/2026).
Dalam sambutannya, Bung Afan mengajak seluruh peserta Rakernik menjadikan forum tersebut sebagai momentum untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja organisasi selama periode kepengurusan 2024–2027, sekaligus menyusun langkah-langkah perjuangan organisasi menghadapi berbagai tantangan ke depan.
“Rapat ini kita jadikan bahan evaluasi kinerja kita selama periode 2024 sampai hari ini. Mudah-mudahan melalui momen ini kita bisa berdiskusi, melakukan penyegaran dan membuat langkah-langkah perjuangan ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi pekerja dan organisasi serikat pekerja saat ini tidaklah ringan. Selain persoalan internal organisasi, perubahan industri otomotif juga memberikan dampak terhadap kondisi perusahaan dan pekerja.
Bung Afan menjelaskan, industri otomotif saat ini tengah memasuki masa transisi, dari teknologi kendaraan konvensional menuju elektrifikasi. Kondisi tersebut secara tidak langsung memberikan pengaruh terhadap perusahaan yang selama ini memproduksi komponen untuk kendaraan konvensional.
Perubahan tersebut, lanjutnya, salah satunya berdampak terhadap sistem kerja di perusahaan. Sejak Maret 2024, terjadi perubahan sistem kerja yang sebelumnya lebih fleksibel menjadi satu shift.
“Ini menjadi tantangan kita. Kita sedang menghadapi transisi bisnis dari konvensional menuju teknologi masa depan. Mau tidak mau, perubahan tersebut memberikan dampak terhadap produksi kita,” jelasnya.
Selain transformasi teknologi, Bung Afan juga menyoroti perubahan komposisi kepemimpinan manajemen di perusahaan. Menurutnya, perubahan tersebut turut memengaruhi pola komunikasi dan hubungan industrial yang selama ini telah dibangun.
Karena itu, ia menilai serikat pekerja harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut tanpa meninggalkan prinsip perjuangan dan kepentingan anggota.
“Kita juga harus menyesuaikan cara komunikasi. Hubungan industrial yang sudah dibangun oleh kawan-kawan sebelumnya tetap harus kita jaga, tetapi kita juga harus mampu beradaptasi dengan kondisi manajemen yang baru,” katanya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Bung Afan mengapresiasi perkembangan hubungan industrial yang dinilainya semakin baik. Salah satunya terlihat dari keterlibatan jajaran manajemen dalam kegiatan PUK yang dilaksanakan sebelumnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada BOD, manager, GM, dan seluruh pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Bung Afan juga menyampaikan pandangannya mengenai empat hal yang menjadi kekuatan sebuah organisasi serikat pekerja.

Pertama adalah anggota yang kuat dan solid. Menurutnya, organisasi tidak akan mampu menjalankan perjuangan tanpa dukungan dan kekuatan anggota.
Kedua adalah struktur atau perangkat organisasi yang kuat, sehingga seluruh program dan perjuangan organisasi dapat berjalan secara terarah.
Ketiga adalah isu. Ia menilai isu menjadi bagian penting dalam perjuangan serikat pekerja, terlebih di tengah perubahan kepemimpinan, struktur organisasi, kebijakan perusahaan, serta perkembangan industri.
“Perubahan pimpinan perusahaan dan struktur organisasi sangat berdampak terhadap kebijakan. Karena setiap pemimpin pasti mempunyai pemikiran dan kebijakan masing-masing. Maka organisasi harus mampu membaca situasi dan membangun isu untuk memperjuangkan kepentingan anggota,” ungkapnya.
Sedangkan yang keempat adalah kepemimpinan yang kuat.
Bung Afan menilai regenerasi dan kaderisasi menjadi bagian penting untuk memastikan keberlangsungan perjuangan organisasi. Ia mengingatkan bahwa PUK SPAMK FSPMI PT Asian Isuzu Casting Center memiliki tradisi yang baik dalam proses regenerasi kepemimpinan.
Karena itu, ia mendorong jajaran pengurus untuk terus menyiapkan kader-kader baru yang mampu melanjutkan estafet perjuangan serikat pekerja.
Menghadapi berbagai perubahan tersebut, Bung Afan mengajak seluruh anggota untuk memperkuat solidaritas dan membangun sinergi, termasuk dengan serikat pekerja lain yang berada dalam satu grup perusahaan.
Ia menekankan pentingnya komunikasi dan kebersamaan agar setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan dengan semangat kepentingan bersama.
“Kita berada dalam satu grup dan memiliki kepentingan yang sama, yaitu bagaimana memperjuangkan kebaikan dan kesejahteraan anggota beserta keluarganya,” tegasnya.
Menurutnya, tema Rakernik 1, yaitu “Bersinergi, Bertransformasi untuk Kemajuan Perusahaan dan Kesejahteraan Pekerja”, sangat relevan dengan kondisi yang dihadapi saat ini.
Sinergi, kata dia, dibutuhkan untuk memperkuat organisasi, sementara transformasi harus dihadapi dengan kesiapan dan kemampuan beradaptasi. Namun, seluruh proses tersebut harus tetap diarahkan pada kemajuan perusahaan dan peningkatan kesejahteraan pekerja.
“Dalam kondisi seperti ini, kita harus semakin solid dan terus bersama-sama memperjuangkan kesejahteraan. Mari kita terus membuka komunikasi, saling mendukung dan saling menguatkan. Jangan sampai kita berjalan sendiri-sendiri,” pungkasnya.
Bung Afan berharap Rakernik 1 dapat menghasilkan evaluasi, gagasan, serta program kerja yang mampu memperkuat organisasi dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota PUK SPAMK FSPMI PT Asian Isuzu Casting Center beserta keluarganya.



