Karawang, KPonline – Ketua PC SPAMK FSPMI Kabupaten Karawang sekaligus Ketua Konsulat Cabang FSPMI Kabupaten Karawang, Asmat Serum, S.H., M.H., menegaskan pentingnya penguatan organisasi, peningkatan kapasitas pekerja, serta sinergi dengan manajemen dalam menghadapi tantangan industri dan memperjuangkan kesejahteraan pekerja.
Hal tersebut disampaikan Asmat Serum saat memberikan sambutan dalam agenda Rapat Kerja Unit (Rakernik) I PUK SPAMK FSPMI PT Asian Isuzu Casting Center (AICC) yang digelar di Hotel Grand Karawang Indah, Minggu (6/9/2026).
Rakernik I tersebut mengusung tema:
“Terus Berjuang, Bersinergi, Bertransformasi untuk Kemajuan Perusahaan dan Kesejahteraan Pekerja.”
Menurut Asmat, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi dunia industri saat ini, khususnya sektor otomotif yang sedang menghadapi perubahan besar akibat perkembangan teknologi dan persaingan global.
Ia menilai, serikat pekerja harus mampu membaca perubahan dan tidak hanya mengandalkan pola perjuangan konvensional. Pekerja harus meningkatkan kemampuan agar dapat mengikuti perkembangan industri.
“Bagaimana kita bersinergi bersama manajemen untuk mempertahankan perusahaan kita tetap ada, tetap eksis, sekaligus mempertahankan kesejahteraan anggota. Saya pikir itu cara-cara cerdas bagi serikat pekerja,” ujar Asmat.
Ia menjelaskan, industri otomotif saat ini menghadapi tantangan besar dengan adanya peralihan dari kendaraan konvensional menuju kendaraan berbasis elektrifikasi. Persaingan juga semakin ketat dengan masuknya berbagai produsen otomotif dari China, Korea, dan negara lainnya.
Dalam situasi tersebut, menurut Asmat, keberlangsungan perusahaan dan kesejahteraan pekerja harus diperjuangkan secara beriringan.
“Kalau perusahaan maju, maka melalui perundingan yang baik kita berharap kesejahteraan pekerja juga meningkat,” katanya.
Namun, Asmat menegaskan bahwa pekerja tidak cukup hanya menunggu pertumbuhan perusahaan. Serikat pekerja dan anggota juga harus meningkatkan kompetensi melalui upskilling dan upgrading.
“Kita harus meningkatkan kemampuan, termasuk bagaimana cara berkomunikasi, bernegosiasi dan memahami berbagai persoalan. Itu penting agar kesejahteraan kita bisa selaras dengan pertumbuhan perusahaan,” jelasnya.
Selain membahas tantangan industri, Asmat juga menyoroti persoalan kepastian status pekerja. Menurutnya, perjuangan serikat pekerja tidak hanya berkaitan dengan kenaikan upah.

Masih adanya pekerja yang bertahun-tahun berstatus kontrak serta praktik magang yang dilakukan secara berulang menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian.
“Coba kita bayangkan, seorang pekerja sudah bekerja selama sepuluh tahun tetapi statusnya masih kontrak. Ini yang harus menjadi perhatian kita bersama,” tegasnya.
Ia juga menyinggung adanya praktik pekerja magang yang berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain dan kembali menjalani program magang. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapatkan perhatian agar tidak menjadi celah yang merugikan pekerja.
“Perjuangan kita juga tentang kepastian kerja, perlindungan pekerja, status hubungan kerja, kesejahteraan, dan masa depan pekerja serta keluarganya,” ujar Asmat.
Dalam sambutannya, Asmat juga menyampaikan rencana agenda perjuangan bersama berbagai elemen serikat pekerja pada 23 September 2026, yang salah satunya berkaitan dengan persoalan perlindungan tenaga kerja dan kepastian status pekerja.
Menurutnya, aspirasi tersebut diharapkan dapat disampaikan kepada DPRD untuk kemudian diteruskan kepada DPR RI maupun pemerintah pusat.
“Kita tidak sedang memperjuangkan kepentingan satu PUK saja. Kita memperjuangkan perlindungan pekerja secara keseluruhan,” katanya.
Asmat mengajak seluruh pekerja untuk terus memperkuat organisasi, meningkatkan kapasitas, membangun komunikasi yang baik, serta menjaga hubungan industrial yang sehat.
“Terus berjuang, bersinergi, dan bertransformasi. Kita jaga perusahaan agar tetap maju dan kompetitif. Pada saat yang sama, kita juga harus memastikan bahwa kemajuan perusahaan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan pekerja,” pungkasnya.
Mengakhiri sambutannya, Asmat Serum, S.H., M.H., secara resmi membuka Rakernik I PUK SPAMK FSPMI PT Asian Isuzu Casting Center.

Pembukaan Rakernik dilakukan dengan mengetukkan palu sebanyak tiga kali sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan Rakernik I.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Rakernik I PUK SPAMK FSPMI PT Asian Isuzu Casting Center dengan tema Terus Berjuang, Bersinergi, Bertransformasi untuk Kemajuan Perusahaan dan Kesejahteraan Pekerja, pada 6 September 2026 secara resmi saya buka,” ujar Asmat sebelum mengetukkan palu tiga kali.
Dengan dibukanya Rakernik tersebut, diharapkan seluruh rangkaian agenda dapat berjalan lancar dan menghasilkan program kerja serta keputusan yang positif, konstruktif, dan bermanfaat bagi organisasi maupun seluruh anggota.
(Hsn)



