Purwakarta, KPonline-Gemuruh suara mobil komando (Mokom) si-Jalu milik Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT. Hino Manufacturing Indonesia (HMMI) memecah keheningan di area pabrik PT HMMI hari ini, Senin (11/5/2026). Tepat pukul 10.00 WIB, ribuan anggota PUK SPAMK FSPMI PT HMMI melakukan aksi mogok kerja spontan dengan menghentikan seluruh mesin produksi secara serentak.
Aksi ini melibatkan massa dari dua plant berbeda, yakni Plant 2 Machining dan plant 1 Asembling yang bergerak keluar dan tumpah ruah menjadi satu di titik aksi. Langkah berani ini diambil sebagai bentuk protes keras terhadap kebijakan-kebijakan manajemen yang dinilai ditetapkan secara sepihak dan semena-mena terhadap kesejahteraan pekerja.
Mogok kerja ini dipimpin langsung oleh Suryadi Guring, selaku Ketua PUK SPAMK FSPMI PT HMMI. Di atas mobil komando, Suryadi menegaskan bahwa aksi ini bukanlah tanpa alasan, melainkan sebuah akumulasi dari kekecewaan para pekerja.
“Ini adalah bentuk perlawanan kami. Kami tidak bisa lagi diam melihat kebijakan-kebijakan yang ditetapkan manajemen secara semena-mena tanpa mempertimbangkan nasib para pekerja di lantai produksi,” tegas Suryadi dalam orasinya.
Akibat aksi mogok ini, aktivitas manufaktur di kedua plant PT. HMMI dilaporkan lumpuh total. Para pekerja menyatakan akan tetap bertahan hingga ada itikad baik dari pihak manajemen untuk duduk bersama dan meninjau ulang kebijakan yang dianggap merugikan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung dan suasana di lokasi masih tampak solid dengan pengawalan ketat dari perangkat organisasi FSPMI. Yel-yel perlawanan terus bergema, menandakan bahwa “Kandang Sendiri” kini menjadi saksi bisu perjuangan buruh dalam menuntut keadilan.