Pijar Partai Buruh Siapkan Strategi Lawan Isu Negatif dan Masifkan Isu Ketenagakerjaan

Pijar Partai Buruh Siapkan Strategi Lawan Isu Negatif dan Masifkan Isu Ketenagakerjaan
Foto by Budi Santoso

Jakarta, KPonline-Bertempat di Kantor Exco Pusat Partai Buruh, Jakarta Timur. Sebagai salah satu sayap gerakan Partai Buruh, Perhimpunan Jurnalis Rakyat (Pijar) selenggarakan rapat perdana pada Senin (11/5/2026). Agenda tersebut menjadi momen penting dalam memperkuat kembali peran Pijar sebagai media Partai Buruh sekaligus menyusun arah gerak organisasi untuk periode mendatang.

Rapat dihadiri oleh perwakilan tim media dari sebelas organisasi inisiator pendiri Partai Buruh. Suasana diskusi pun berlangsung dengan berbagai pembahasan strategis terkait penguatan organisasi, evaluasi kinerja, hingga penyusunan program kerja Pijar ke depan.

Selain membentuk struktur kepengurusan baru periode 2026–2031, forum juga melakukan evaluasi terhadap kinerja Pijar selama beberapa tahun terakhir. Evaluasi tersebut dianggap penting guna memperkuat fungsi media Partai Buruh dalam menyampaikan aspirasi kaum buruh dan rakyat Indonesia pada umumnya kepada publik secara lebih luas.

Dalam pembahasan rapat, para peserta menilai tantangan media saat ini semakin kompleks, terutama di tengah derasnya arus informasi dan munculnya berbagai isu negatif yang kerap diarahkan kepada Partai Buruh maupun gerakan serikat pekerja. Karena itu, Pijar dinilai perlu membangun sistem kerja media yang lebih solid dan responsif.

Salah satu poin penting yang mengemuka dalam rapat adalah kebutuhan membentuk tim khusus untuk mengcounter berbagai isu negatif terhadap Partai Buruh. Tim tersebut nantinya diharapkan mampu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan mudah dipahami masyarakat.

Tak hanya itu, Pijar juga didorong untuk mulai memproduksi konten-konten yang lebih kreatif dan diminati publik, khususnya generasi muda pekerja. Konten tersebut diharapkan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mampu menjelaskan alasan di balik setiap perjuangan yang dilakukan Partai Buruh maupun organisasi serikat pekerja, baik dalam aksi demonstrasi maupun agenda perjuangan lainnya.

Selain penguatan media digital, rapat juga menyoroti pentingnya memasifkan isu ketenagakerjaan, terutama berkaitan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru.

Elsa, perwakilan dari KPBI menilai masih banyak pekerja yang belum memahami substansi aturan ketenagakerjaan yang berdampak langsung terhadap kehidupan mereka.

“Pijar diharapkan menjadi salah satu garda terdepan dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi mengenai hak-hak pekerja, regulasi ketenagakerjaan, serta berbagai isu perburuhan yang berkembang di Indonesia,” ujar Elsa.

Di kesempatan yang sama, Ketua sekaligus Direktur Eksekutif PIJAR, Agung Purwanto, menegaskan pentingnya memperkuat soliditas antara anggota dalam menjalankan agenda media perjuangan ke depan.

“Kerjasama tim perlu diperkuat kembali,” pungkas Agung Purwanto.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa Pijar ingin kembali tampil lebih aktif, terorganisir, dan adaptif menghadapi perkembangan media modern.

Dengan semangat baru pasca Kongres V Partai Buruh, Pijar sebagai sayap Partai Buruh diharapkan mampu menjadi corong informasi perjuangan rakyat pekerja sekaligus memperkuat citra gerakan buruh di tengah masyarakat.