Purwakarta, KPonline-Momentum Hari Raya Iduladha selalu membawa pesan spiritual yang mendalam bagi umat Muslim. Tak terkecuali bagi Panglima Koordinator Nasional (Pangkornas) Garda Metal FSPMI, Supriyadi (Piyong) yang memaknai ibadah qurban tahun ini sebagai refleksi iman dan bekal di akhirat kelak.
Dalam sebuah kesempatan, menuju perjalanan aksi unjuk rasa ke Kantor Pusat Indomarco Prismatama pada Selasa (26/5/2026) Pangkornas Garda Metal Supriyadi menyampaikan sebuah pesan menyentuh mengenai hakikat berqurban. Ia mengingatkan kembali sebuah riwayat dan keyakinan batin bahwa hewan yang diqurbankan dengan ikhlas akan menjadi penolong bagi pemiliknya.
“Hewan qurban yang kita sembelih dengan penuh keikhlasan di Hari Raya Iduladha ini, sejatinya adalah ‘kendaraan’ kita nanti untuk menuju surga Allah SWT. Ini bukan sekadar ritual tahunan atau berbagi daging, tapi tentang ketakwaan,” ujarnya.
Ungkapan Pangkornas Garda Metal tersebut senada dengan literatur Islam yang kerap digaungkan oleh para ulama. Mengutip dari berbagai sumber valid, salah satunya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda mengenai keutamaan hewan qurban:
“Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih dicintai Allah melebihi mengalirkan darah (berqurban). Sesungguhnya ia (hewan qurban) akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kukunya…”
Selain itu, para ulama fikih sering kali mengutip pesan dari sahabat dan tabi’in yang termaktub dalam beberapa kitab tafsir klasik, seperti Tafsir Ibnu Katsir, yang menganjurkan umat Muslim untuk memilih hewan qurban terbaik, gemuk, dan sehat karena hewan-hewan tersebut akan menjadi saksi sekaligus memudahkan perjalanan melewati jembatan Sirathal Mustaqim.
Tidak hanya sekadar memberikan imbauan dan pesan spiritual kepada anggotanya, Pangkornas Garda Metal membuktikan komitmen keimanannya secara nyata. Pada Iduladha tahun ini, ia secara pribadi menyumbangkan seekor sapi untuk disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi teladan bagi seluruh kader Garda Metal dan masyarakat luas untuk saling berbagi, memperkuat solidaritas sosial, sekaligus mengejar keberkahan akhirat.
Dengan semangat kendaraan menuju surga ini, ibadah qurban yang ditunaikan tidak lagi terasa berat, melainkan sebuah investasi kebahagiaan yang dinantikan setiap Muslim yang mampu.