Budi Bodrek di PHK, Presiden Turun Tangan

Jakarta, KPonline –¬†“Bung rustan dan para pimpinan fspmi di Karawang… saya mohon agar membantu kasus bung Budi Bodrex dg all out yg ter PHK di sebuah perusahaan Karawang… Ini adalah salah satu kasus yg memberikan inspirasi perjuangan kaum boeroeh yang tidak boleh lekang oleh zaman, walaupun tinggal sendiri… seperti juga kasus inspiratif lainnya spt ohsung dll… Melawan tanpa kompromi… terus berjuang demi kaum boeroeh..”

Sabtu pagi (10/3/2018), pesan dari Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) masuk di grup WhatsApp yang anggotanya adalah para pimpinan FSPMI. Isi pesan itu adalah sebagaimana tertulis di atas. Tidak kurang, tidak lebih.

Bacaan Lainnya

Bung Rustan adalah ketua Konsulat Cabang FSPMI Karawang. Di Karawang, FSPMI merupakan serikat pekerja yang masih menjaga tradisi grebek pabrik. Tak lama kemudian, Konsulat Cabang FSPMI Karawang mengeluarkan instruksi untuk melakukan aksi unjuk rasa ke perusahaan yang telah melakukan PHK terhadap Budi bodrek. Rencananya, aksi gruduk pabrik itu akan dilakukan selama 3 (tiga) hari berturut-turut, tanggal 14, 15,dan 16 Maret 2018.

Budi adalah anggota FSPMI. Awalnya dia bekerja di Jakarta. Perusahaannya di Jakarta tutup dan kemudian dia di relokasi ke Karawang. Ratusan karyawannya di relokasi untuk bekerja di Karawang, kecuali 11 orang “anak nakal” yang sering mengorganisir massa buruh di kawasan industri di Jakarta. Perusahaan memecat mereka.

Baca juga: Alasan Mengapa Kamu Harus Peduli Pada Kasus Budi Bodrek
Baca juga: Surat Terbuka Untuk Budi Bodrek

Perlawanan dilakukan dari mediasi hingga tingkat Kasasi di Mahkamah Agung. Setelah kurang lebih 2 (dua) tahun melakukan perlawanan, hanya tersisa 2 orang yang terus berlawan hingga akhirnya menang dan dipekerjakan kembali di Karawang. Tetapi hanya Budi yang bersedia dipekerjakan kembali di Karawang.

Instruksi dari pimpinan FSPMI untuk melakukan pembelaan yang maksimal terhadap Budi, adalah seruan terbuka. Karena itulah, seluruh kekuatan organisasi harus dikerahkan untuk memastikan agar Budi bisa dipekerjakan kembali. Hal yang sama, yang juga harus dilakukan untuk para pekerja PT Ohsung yang sampai saat ini masih berjuang melawan PHK.

Kasus-kasus seperti ini memang berbeda. Sebabnya adalah, buruh yang bersangkutan menyatakan dengan heroik untuk melanjutkan perlawanan. Meskipun dengan tertatih, menguras air mata dan emosi kita, tetapi pantang untuk menyerah.

Ini bukanlah sikap tak tahu diri. Justru sebaliknya, hal ini menunjukkan bahwa buruh sadar hukum. Bahwa ada aturan terkait memecat karyawan. Bahwa PHK tidak sah sebelum ada izin dari lembaga penyelesaian hubungan industrial. Bahwa perusahaan tidak bisa seenaknya memecat buruh-buruhnya.

Keberanian semacam itu sangat inspiratif. Pimpinan FSPMI sudah menyerukan perlawanan, sambutlah…

Pos terkait