Filipina, KPonline — Perubahan dunia industri dan ketenagakerjaan menuntut serikat pekerja untuk terus belajar, memperluas wawasan, serta memahami bagaimana kebijakan dan regulasi dibentuk untuk melindungi kepentingan pekerja.
Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian Regional Motorcycle Trade Union Network Meeting yang dilaksanakan pada tanggal 14 – 16 September 2026, yang mempertemukan perwakilan serikat pekerja dari berbagai negara di Asia Tenggara, khususnya dari sektor industri sepeda motor dan otomotif.
Dalam agenda tersebut, Ardiansyah, delegasi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dari PUK SPAMK FSPMI PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, bersama para delegasi lainnya mendapatkan kesempatan melakukan study visit ke House of Representatives Filipina.
Kunjungan ini menjadi pengalaman berharga. Para delegasi tidak hanya berdiskusi mengenai persoalan ketenagakerjaan, tetapi juga secara langsung melihat bagaimana proses politik dan legislasi berlangsung di Filipina.
Salah satu bagian penting dalam kunjungan tersebut adalah mengunjungi kantor kerja Raymond Democrito C. Mendoza, tokoh serikat pekerja Filipina yang juga merupakan TUCP Party-list Representative, anggota House of Representative of the Philippines dan memiliki peran dalam organisasi pekerja di tingkat nasional maupun ASEAN.
Kunjungan ini menjadi bagian dari pembelajaran mengenai bagaimana representasi kepentingan pekerja dapat hadir dalam ruang legislasi.
Para delegasi kemudian mendapatkan kesempatan untuk memasuki ruang sidang parlemen dan menyaksikan secara langsung proses persidangan serta pembahasan legislasi.
Pengalaman tersebut memberikan perspektif bahwa perjuangan pekerja tidak hanya berlangsung di tempat kerja, di meja perundingan, maupun melalui organisasi serikat pekerja.
Perjuangan pekerja juga dapat masuk ke ruang legislasi, tempat berbagai kebijakan dan regulasi dibentuk.
Dalam kesempatan tersebut para delegasi juga berkesempatan bertemu dengan Gloria Macapagal-Arroyo mantan presiden Filipina.
Rangkaian study visit dilanjutkan dengan kunjungan ke museum House of Representatives Filipina. Melalui kunjungan tersebut, para peserta mempelajari sejarah lembaga legislatif Filipina sekaligus memperoleh pemahaman mengenai perkembangan dan mekanisme pembentukan regulasi di negara tersebut.
Bagi delegasi serikat pekerja, pengalaman ini memiliki arti yang lebih luas.
Serikat pekerja perlu memahami bahwa kebijakan ketenagakerjaan tidak muncul begitu saja. Di balik sebuah regulasi terdapat proses panjang, mulai dari gagasan, penyusunan, pembahasan, penyampaian aspirasi, hingga pengambilan keputusan.
Karena itu, peningkatan kapasitas kader dan pemimpin serikat pekerja tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berorganisasi dan berunding di tingkat perusahaan.
Serikat pekerja juga perlu memahami bagaimana sistem pemerintahan bekerja, bagaimana regulasi dibuat, serta bagaimana suara pekerja dapat disampaikan dalam proses kebijakan publik.



