Bandung, KPonline-Bidang Jamkeswatch Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPW FSPMI) Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam mengawal persoalan kesehatan, tidak hanya bagi anggota serikat pekerja, tetapi juga masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW FSPMI Jawa Barat yang diselenggarakan di Lembang, Bandung. Dalam forum yang berlangsung pada Rabu (16/9/2026) tersebut, Bidang Jamkeswatch mengungkapkan adanya perubahan pola pendampingan yang sebelumnya lebih berfokus pada anggota FSPMI, namun kini mulai bergeser untuk turut membantu masyarakat secara lebih luas.
“Untuk teman-teman serikat pekerja, anggota pekerja, sebenarnya kalau kartu itu aktif tidak ada permasalahan. Tetapi, anggota keluarga pekerja, seperti mertua atau keluarga lainnya, terkadang menghadapi persoalan administrasi maupun kepesertaan yang bermasalah,” ungkap perwakilan Jamkeswatch.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pendampingan Jamkeswatch tidak lagi hanya berkutat pada persoalan yang dialami langsung oleh anggota serikat pekerja. Kepedulian terhadap masyarakat juga menjadi bagian dari semangat pelayanan kesehatan yang mereka jalankan.
“Kita memang niatnya untuk berbuat baik. Selama masih bersinggungan dengan FSPMI, kita bantu. Bahkan ketika ada masyarakat di luar FSPMI yang meminta bantuan, dengan kerendahan hati kita tetap berupaya membantu,” ujarnya.
Meski demikian, Ia mengaku tetap berhati-hati dalam menjalankan pendampingan, mengingat semakin banyak masyarakat di luar organisasi yang turut meminta bantuan terkait persoalan kesehatan dan layanan BPJS Kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, bidang Jamkeswatch juga menyampaikan apresiasi terhadap peran FSPMI dalam mengawal persoalan jaminan kesehatan di Jawa Barat.
Ia mengungkapkan bahwa pihak BPJS Kesehatan di Jawa Barat mengakui bahwa FSPMI masih menjadi salah satu pihak yang aktif mengawal persoalan kepesertaan dan pelayanan kesehatan sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
“Teman-teman FSPMI masih mengawal BPJS hari ini. Teman-teman FSPMI juga masih memberikan solusi terkait permasalahan kesehatan,” katanya.
Ia menegaskan, peran tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Jamkeswatch yang tidak terlepas dari keberadaan FSPMI.
“Yang melahirkan kami salah satunya adalah FSPMI. Dan yang mengisi perjuangan hari ini adalah FSPMI. Tidak ada yang lain,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberadaan Jamkeswatch tidak hanya diarahkan untuk memperjuangkan kepentingan internal organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses dan pendampingan masyarakat dalam menghadapi persoalan layanan kesehatan.



