Apin Sirait : Pemukulan Terhadap Doni Ariyanto Adalah Luka Bagi KSPI

  • Whatsapp

Sidoarjo,KPonline- Pada aksi Demonstrasi yang dilakukan FSPMI di PTUN Surabaya hari ini Rabu 22 Juli 2020 ,terjadi insiden pemukulan yang dilakukan oleh oknum kepolisian yang pada akhirnya berujung ricuh.

Gatot Mistriono (Garda Metal Sidoarjo) yang menjadi saksi kejadian,karena berada tepat di belakang Doni menjelaskan kronologi Pemukulan tersebut sebagai berikut :

Berita Lainnya

Bahwa saat Perwakilan massa aksi diminta masuk kedalam PTUN,Gatot ,Hasan (Garda Metal Mojokerto ) dan Doni Aryanto sebagai KC FSPMI Surabaya juga hendak menyusul perwakilan dari daerah lain yang sudah berada di dalam PTUN namun di halangi oleh Petugas kepolisian yang berada di sekitar gerbang,pada saat itu terjadilah perdebatan.

Melihat cek cok tersebut Garda Metal dan Massa aksi pun mendekat kearah Gerbang,Doni yang tadinya hendak balik arah dan meninggalkan gerbang malah terdorong maju karena sesaknya massa aksi.

Saat itulah tiba tiba ada Oknum Kepolisian berinisial H yang datang dari arah belakang barisan Polisi langsung mencengkeram dan memukul Doni di bagian kepala yang secara spontan di reaksi oleh Garda Metal dengan mengejar oknum H tadi,pada saat pengejaran tersebut terjadilah kericuhan.

Menanggapi hal ini Ketua DPW FSPMI Pujianto menyesalkan terjadinya Pemukulan ini,menurutnya Aparat terlalu represif dalam menghadapi massa aksi,padahal FSPMI sering melakukan aksi di gedung ini dan tidak pernah terjadi peristiwa seperti ini.

Sikap oknum aparat ini akan memancing kemarahan buruh Jawa Timur dalam aksi aksi mendatang, jika petinggi kepolisian tidak menindak tegas anggotanya yang ” over action” dalam menangani pengamanan Unras.

Begitu juga Ketua Perda KSPI Jawa Timur ,Apin Sirait yang menyatakan bahwa atas terjadinya Pemukulan terhadap Doni Aryanto dari FSPMI hari ini menjadi luka bagi seluruh elemen KSPI dan akan menjadi perhatian serius bagi KSPI,karenanya KSPI menuntut aparat agar menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada FSPMI dan menghukum Oknum H agar kedepan tidak terjadi lagi peristiwa serupa.

(Khoirul Anam)

Pos terkait