Anggota Ditangkap Aparat, KASBI Siapkan Tim Hukum dan Advokasi

Tangerang, KPonline – “Saat ini, kami sedang mengumpulkan dan menghimpun informasi dari anggota yang mengetahui tentang kejadian yang menimpa anggota-anggota kami” ucap Sunarno Sekretaris Jenderal KASBI melalui sambungan telepon. Pernyataannya tersebut terkait ditangkapnya beberapa orang anggota KASBI (Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia) wilayah Tangerang dan sekitarnya, oleh pihak aparat kepolisian.

Diduga kuat, penangkapan ini merupakan bentuk intimidasi balasan dari aksi yang dilakukan oleh Aliansi Buruh Banten Bergerak yang dilakukan pada Selasa 3 Maret 2020 kemarin. Bahkan berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Media Perdjoeangan, disinyalir aksi penangkapan anggota serikat buruh ini, diduga merupakan tindakan balas dendam para pengusaha yang pabriknya mendapatkan aksi sweeping oleh ratusan buruh.

Bacaan Lainnya

“Tapi secara prinsip, sudah bisa kami simpulkan, bahwa penangkapan terhadap kawan-kawan buruh yang dilakukan pada tengah malam hingga dini hari tadi (4/3/2020) adalah bentuk intimidasi kepada kawan-kawan buruh yang melakukan aksi penolakan terhadap rencana RUU Omnibus Law, melalui tindakan kriminalisasi. Kaum buruh sengaja di adu domba dan dibenturkan dengan sesama buruh. Ini adalah upaya memecah belah gerakan buruh. Namun anehnya ada serikat buruh yang tidak menyadari itu, dan terkesan malah seperti ada kerjasama dengan pengusahanya untuk melaporkan kawan-kawan yang melakukan aksi dengan cara kriminalisasi. Hal ini tentu menciderai upaya pembangunan persatuan gerakan buruh dalam rangka perlawanan terhadap RUU Omnibus Law (RUU CILAKA)” tutur Sunarno.

“Tapi bagi kami, sekalipun ada upaya intimidasi dan kriminalisasi tersebut, tak akan menyurutkan perlawanan kami terhadap RUU Omnibus Law. Kami pun sedang berkoordinasi dengan para Pengurus Presidium AB3 (Alinasi Buruh Banten Bergerak), dan para pimpinan serikat buruh/serikat pekerja, untuk membebaskan kawan-kawan buruh yang ditangkap. Selain itu, kami juga telah menyiapkan tim hukum dan advokasi untuk mereka” lanjutnya.

Pos terkait