Solidaritas Buruh Tak Bisa Dipatahkan di Tenda Juang SPLP PUK PT Kaleng Raya

Solidaritas Buruh Tak Bisa Dipatahkan di Tenda Juang SPLP PUK PT Kaleng Raya

Sidoarjo, KPonline – Semangat perjuangan dan solidaritas buruh terus digaungkan di tenda juang pekerja PT Kaleng Raya yang berada di Jl. Raya Pilang No.17, Pilang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Dukungan demi dukungan terus mengalir dari berbagai elemen serikat pekerja sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib para buruh yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

 

Bacaan Lainnya

Salah satu dukungan penuh datang dari Gatot Mistriono selaku Sekretaris PC SPAI FSPMI Kabupaten Sidoarjo sekaligus Sekretaris Pilar Organisasi Garda Metal FSPMI Kabupaten Sidoarjo. Dalam keterangannya, Gatot menegaskan bahwa solidaritas antar buruh bukan hanya sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata dan perjuangan bersama untuk membela hak-hak pekerja yang selama ini dinilai terabaikan.

 

Menurut Gatot Mistriono, bentuk solidaritas yang dapat dilakukan oleh kawan-kawan PUK SPA terhadap buruh PT Kaleng Raya adalah dengan terus memberikan edukasi, dukungan moral, serta membangun kekompakan di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi para pekerja.

 

Memang harus kita edukasi dan bentuk soliditas terhadap solidaritas kepada kawan-kawan PT Kaleng Raya, karena sejatinya suatu saat kita juga bisa merasakan seperti mereka. Ada hak-hak yang seharusnya didapatkan oleh kawan-kawan PUK PT Kaleng Raya, tetapi justru dikebiri oleh perusahaan. Mulai dari persoalan upah, kekurangan upah, hingga hak lainnya terkait kebebasan berserikat tanpa tekanan dan paksaan dari pihak manapun,” tegas Gatot Mistriono.

 

Gatot Mistriono menilai bahwa kebebasan berorganisasi merupakan hak dasar pekerja yang dijamin oleh negara dan tidak boleh dihalangi oleh siapapun. Karena itu, seluruh elemen buruh harus bersatu dalam menjaga marwah organisasi dan memperjuangkan hak normatif pekerja secara bersama-sama.

 

Gatot juga menekankan pentingnya persatuan di tengah ancaman PHK massal yang dapat melemahkan kondisi pekerja. Menurutnya, kekuatan buruh lahir dari kekompakan dan kesadaran kelas pekerja untuk saling mendukung tanpa memandang perbedaan latar belakang.

 

Pentingnya soliditas yang kita bangun adalah untuk menyadarkan kelas pekerja agar tetap kompak dan bersatu demi terciptanya organisasi yang utuh tanpa membeda-bedakan suku, ras, dan agama. Ketika buruh bersatu, maka perjuangan akan semakin kuat dan tidak mudah dipecah belah,ujarnya.

 

Suasana di tenda perjuangan PT Kaleng Raya pun dipenuhi semangat kebersamaan. Para buruh yang hadir saling menguatkan satu sama lain sambil terus berharap adanya penyelesaian yang adil atas persoalan yang mereka alami. Kehadiran berbagai elemen serikat pekerja menjadi bukti bahwa perjuangan buruh tidak pernah berjalan sendiri.

 

Dalam kesempatan tersebut, Gatot Mistriono juga menyampaikan harapan besar kepada pihak perusahaan maupun pemerintah agar lebih serius dan bijaksana dalam menyikapi persoalan ketenagakerjaan, khususnya terkait ancaman PHK terhadap para pekerja PT Kaleng Raya.

 

Menurutnya, perusahaan harus mampu mengambil langkah yang kooperatif dan manusiawi sebelum memutuskan kebijakan PHK terhadap pekerja. Ia menyadari bahwa perusahaan memiliki kekuatan finansial dan kewenangan dalam menjalankan usaha, namun hal itu tidak boleh mengabaikan hak-hak buruh yang selama ini telah memberikan tenaga dan pengabdian kepada perusahaan.

 

Gatot Mistriono Harapannya pihak perusahaan benar-benar kooperatif dalam mengambil langkah dan mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja. Kita sadar perusahaan punya kekuatan finansial, tetapi perusahaan juga harus memiliki tanggung jawab moral terhadap pekerja, ungkapnya.

 

Tidak hanya kepada perusahaan, Gatot juga meminta pemerintah, khususnya instansi yang membidangi ketenagakerjaan, agar lebih jeli, lebih bijaksana, dan berani mengambil langkah tegas demi melindungi hak-hak pekerja.

 

Pemerintah harus benar-benar hadir untuk mencegah terjadinya PHK. Karena kaum pekerja adalah pihak yang paling dirugikan apabila pemerintah tidak mengambil langkah tegas dan bijaksana. Yang diminta pekerja hanya hak normatif, tidak lebih, lanjutnya.

 

Gatot Mistriono berharap permasalahan yang terjadi antara pihak PT Kaleng Raya dan PUK PT Kaleng Raya dapat segera menemukan titik temu melalui dialog yang adil dan terbuka, sehingga tidak ada lagi pekerja yang menjadi korban ketidakpastian nasib di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

 

Perjuangan solidaritas buruh di Sidoarjo pun terus berlanjut. Semangat persatuan yang dibangun lintas serikat pekerja menjadi simbol bahwa suara kaum buruh akan terus hidup dan bergerak demi memperjuangkan keadilan, kesejahteraan, dan hak-hak pekerja di Indonesia.

Pos terkait