Vanessa Angel, Jangan Terlalu Murah Mematok Harga Idealisme

Batam,KPonline – Satu lagi artis tertangkap polisi. Vanessa Angel karena kasus prostitusi. Ketika Vanessa Angel, atau kasus prostitusi artis mulai ramai, pertanyaan yang sering muncul adalah, ada photonya ngga? Semua pasti penasaran dengan Vanessa Angel bahkan menjadi trending topik di Twitter dan Instagram demi mendapatkan photo atau video tersebut.

Di Wall FB kita pura pura merasa sok suci dan sering kali menyatakan benci sesuatu, tidak suka sesuatu, menolak sesuatu tapi ujung-ujungnya saat ditawari hal yang menggiurkan, dengan cepat kita membuang semua idealisme yang ada di kepala kita. Sedikit vulgar mungkin menggunakan kata melacur.

Tapi istilah ini cukup tepat karena memang kita sering sekali melacur idealisme. Umumnya, melacur akan diidentikkan dengan sifat murahan, bisa dibeli dan tidak berharga. Bukankah itu nilai yang sama saat kita melacur idealisme?

Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 ini seakan-akan menjadi suatu masa yang sarat akan kepentingan politis elite penguasa dan masyarakat menjadi lumbung suara yang menggiurkan bagi setiap calon legislatif (caleg) yang akan maju untuk didekati.

Masyarakat intelektual sebagai satu “pilar” penegak demokrasi yang juga bagian dari pemilih dan memiliki nalar intelektual tinggi, justru sangat mudah untuk dipengaruhi. Seharusnya mereka dapat memberikan pemahaman demokrasi kepada masyarakat awam melalui sebuah proses yang dinamakan pemilu.

Banyak dari kalangan intelekual begitu mudahnya mau menjadi bagian dari penyuksesan kampanye sang calon. Memang pilihan untuk terlibat dalam partai atau menjadi gerakan partisan dari sebuah partai adalah hak preogratif setiap orang termasuk masyarakat. Namun akan muncul banyak perdebatan ketika kita menilai hal ini, apakah wajar sebagai pribadi kaum intelegensia mau melacurkan nalar intelektaualnya dibawah kemunafikan sang calon?.

Kita melihat ada tiga tipe kelompok masyarakat yang dapat kita klasifikasikan ketika dihadapkan dengan pemilu. Pertama, ada kelompok masyarakat yang tahu dirinya digunakan sebagai alat dari sang caleg. Artinya kelompok masyarakat tipe ini sebenarnya mengetahui bahwa para calon mau mempengengaruhi masyarakat untuk dapat memilihnya dan kesempatan tersebut diambil mereka dengan mengaharapkan materi atau nantinya muncul kepamoran masyarakat dihadapan sang calon.

Kedua, ada golongan masyarakat yang memang tidak tahu bahwa kepentingan dirinya sebagai masyarakat sedang ditunggangi, kelompok ini biasanya ada pada masyarakat-masyarakat baru, pola pikir yang belum begitu memahami akan kepentingan penguasa dianggap hal yang wajar dan sepele padahal secara tidak langsung mereka sudah digiring untuk mempercayai akan hal tersebut.

Ketiga, adalah kelompok masyarakat yang tahu namun pura-pura tidak tahu bahwa dirinya sedang ditunggai. Kelompok masyarakat tipe ini adalah masyarakat yang tidak memiliki kekuatan untuk mengungkapkan akan kebohongan dibalik semua tingkah laku caleg, mereka tidak berani untuk mengungkapkan kebenaran. Hal ini didasari lemahnya pengaruh masyarakat tersebut atau bahkan muncul rasa segan sebab calon tersebut juga dari kalangan keluarga sang masyarakat itu sendiri.

Vanessa Angel berdosa soal lain, tapi bagaimana jika para pengusaha yang hanya berorientasi pada keuntungan finansial semata, tanpa mempertimbangakan kesejahteraan karyawannya, bahkan mempidanakan buruhnya karena melakukan aksi mogok kerja menuntut keadilan, apakah mereka juga telah melacurkan idealisme sebagai seorang pengusaha

Juga para atasan, yang bekerja tanpa peduli dengan orang lain, teman sekerjanya, alias tanpa solidaritas, egois, menjilat, bodoh dan hanya mementingkan keselamatan dirinya sendiri? Sama sajakah?…

Kita membutuhkan idealisme untuk mengisi kehidupan. Pada setiap profesi, apapun itu, pasti ada idealisme yang diperjuangkan dan menjadi latar belakang kemunculan profesi tersebut. Dalam menjalankan profesi apapun, ketika kehilangan idealisme, maka yang kita lakukan hanyalah menyambung hidup, bukan mengisi kehidupan.

Kita hanya mencari penghidupan dari keahlian yang kebetulan kita kuasai, dan orang lain tidak. Kasarnya, kita mencari duit dari kelemahan orang lain. Dimana ada kelemahan, ada kebutuhan untuk dibantu, disitulah tambang uang.

Bagi orang-orang yang memiliki idealisme dalam kerangka yang benar, pasar akan ditempatkan pada posisi yang selayaknya, tidak terlalu tinggi dan tidak kelewat rendah. Bukan melulu diposisikan sebagai seorang tuan yang harus diikuti kemauannya, dan bukan pula sebagai pihak yang harus dipaksakan menuruti selera pribadi kita, yang juga belum tentu benar arahnya. Terus-menerus merelakan diri mengikuti kemauan pasar adalah serupa dengan melacur. Sedangkan ngotot memaksakan idealisme pribadi tanpa kompromi adalah seperti kastrasi.

Jangan terlalu murah dalam mematok harga idealisme, prinsip, ataupun nilai yang kita yakini benar. JIka kita tidak ingin dianggap sebagai para pelacur kehidupan, silakan perjuangkan idealisme kita masing-masing. (ete)

Facebook Comments