Tuntutan Tak Dipenuhi,FSPMI IKSG Tuban Siapkan Aksi Jalanan dan Mogok Kerja

  • Whatsapp

Tuban,KPonline – Mediasi antara menejemen PT Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG), menejemen Varia Usaha Fabrikasi (VUFA), Kepala Desa Ring 1 (Socorejo, Temaji, Karangasem) PT. IKSG dan Perwakilan FSPMI Tuban yang difasilitasi oleh Camat Jenu menemui jalan buntu.

Bacaan Lainnya

Agenda ini digelar di Kantor Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban pada Senin,18/1/2021, dipimpin oleh Camat Jenu M. Maftuchin Reza dan Kapolsek Jenu AKP Rukimin.

Yang merupakan tindak lanjut dari dua perundingan sebelumnya dimana para Pekerja menuntut kenaikan tunjangan  dari Rp.30.000 menjadi Rp.100.000 dan uang makan dari yang sebelumnya Rp. 8500 menjadi Rp. 13.000.

Camat Jenu,M. Maftuchin Reza berharap tuntutan Pekerja bisa direspon baik oleh menejemen IKSG maupun Menejemen Vufa dan hasil dari mediasi ini akan dilaporkan ke dinas terkait.

“Jika dalam mediasi ini tidak ditemukan titik temu maka akan ada mediator yang sesuai dengan undang-undang yang akan memutuskan”,imbuhnya.

Suasana Mediasi di Kantor Kecamatan Jenu,Tuban (18/01/2021).foto oleh Samsul M

Perwakilan dari menejemen PT. IKSG, Mohammad Wardoyo mengungkapkan bahwa terkait tunjangan dan uang makan sepenuhnya diserahkan dan menjadi tanggung jawab PT. VUFA.

Sementara perwakilan menejemen  PT. VUFA,Alfian Saifudin mengungkapkan Pihaknya tidak bisa mengakomodir tuntutan dadi pekerja PUK SPAI FSPMI PT.VUFA karena tuntutan terjadi setelah menejemen PT. VUFA menerima SPK dari PT. IKSG.

“Memang secara profesionalitas secara bisnis Vufa bertanggung jawab  tapi tanpa adanya Adendum dari PT. IKSG kita tidak bisa mengakomodir tuntutan tersebut, ujarnya

Arief Rahman Hakim selaku Kepala desa Socorejo yang termasuk dalam Ring 1 PT. IKSG menyayangkan sikap menejemen PT. IKSG dan PT. VUFA yang saling lempar tanggung jawab,

“Selama ini para Pekerja beritikad baik,masih mau mengedepankan komunikasi dan dialog,kalau masalah ini tidak selesai ya silahkan kawan kawan Pekerja untuk melakukan Mogok Kerja dan kami para Kades di ring 1 akan mendukung penuh upaya tersebut,tambahnya.

Sementara Ketua KC FSPMI Tuban,Duraji mengatakan bahwa alasan kenapa para Pekerja menuntut kenaikan adalah karena produktivitas  PT. IKSG meningkat dibandingkan bulan bulan sebelumya,dan selama 25 tahun bekerja pekerja hanya memperoleh UMK dan tunjangan sebesar  Rp 30.000 bahkan demi sinergitas Pekerja dan Menejemen, para pekerja rela upahnya dipotong sebesar Rp. 500.000,hal ini semata mata karena kami melihat kondisi perusahaan.

“Jika memang Para Kades akan mendukung kita untuk Mogok kerja,maka kami akan laksanakannya begitu juga saya akan instruksi kan seluruh anggota FSPMI Tuban untuk turun jalan sekaligus membuat tenda perjuangan dan saya pastikan pabrik akan lumpuh total”,
Imbuhnya.

(Samsul M/Tuban)

Pos terkait