Saat Rekan Sakit, Solidaritas Bergerak: PUK SPAI FSPMI PT Sonar Persada Manunggal Berikan Santunan

Saat Rekan Sakit, Solidaritas Bergerak: PUK SPAI FSPMI PT Sonar Persada Manunggal Berikan Santunan

Tuban, KPonline – Di tengah padatnya aktivitas kerja dan dinamika perjuangan organisasi, semangat saling peduli dan kebersamaan tetap menjadi prioritas utama. Solidaritas nyata kembali ditunjukkan oleh jajaran pengurus dan anggota PUK SPAI FSPMI PT Sonar Persada Manunggal Sub Sektor PT SI pada Kamis, 7 Mei 2026.

 

Bacaan Lainnya

Bagi PUK SPAI FSPMI PT Sonar Persada Manunggal Sub Sektor PT SI, solidaritas bukan sebatas slogan, melainkan ikatan persaudaraan yang hidup dan tumbuh dalam setiap langkah perjuangan. Di tengah dinamika dunia kerja, rasa peduli dan kebersamaan menjadi kekuatan yang tak tergantikan.

 

Nilai tersebut kembali dibuktikan saat jajaran pengurus dan anggota menjenguk Bendahara PUK, Darul Huda, yang tengah berjuang melawan sakit. Kunjungan itu menjadi wujud nyata bahwa dalam keluarga besar organisasi, tidak ada satu pun anggota yang dibiarkan menghadapi cobaan seorang diri.

 

Dalam kesempatan tersebut, pengurus dan anggota hadir memberikan dukungan moril sekaligus menyerahkan santunan tunai hasil gotong royong seluruh anggota. Bantuan ini menjadi bukti bahwa rasa persaudaraan tidak berhenti pada kata-kata, tetapi diwujudkan melalui kepedulian dan keberpihakan kepada rekan seperjuangan yang sedang menghadapi musibah.

 

Solidaritas Tanpa Batas

Ketua PUK SPAI FSPMI PT Sonar Persada Manunggal, Redy Nurcahyono, menegaskan bahwa kekuatan utama organisasi tidak hanya terletak pada perjuangan di meja perundingan, tetapi juga pada ikatan emosional serta rasa senasib sepenanggungan.

 

“Apa yang kami lakukan hari ini adalah cerminan dari jati diri FSPMI. Rasa solidaritas yang tinggi harus selalu kita perkuat. Ketika satu bagian dari kita merasakan sakit, maka seluruh organisasi turut merasakannya,” ujar Redy Nurcahyono di sela-sela kunjungan.

 

Penyemangat untuk Kesembuhan

Santunan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian dan doa tulus dari para anggota untuk membantu meringankan beban keluarga Darul Huda. Seluruh anggota berharap agar sang bendahara segera diberi kesembuhan, dipulihkan kesehatannya, dan dapat kembali menguatkan langkah perjuangan bersama organisasi.

 

Dukungan yang mengalir menjadi penyemangat bahwa ia tidak berjuang sendiri. Kepedulian tersebut membuktikan bahwa kebersamaan dalam organisasi hadir bukan hanya saat menjalankan tugas, tetapi juga ketika saudara seperjuangan membutuhkan perhatian, kekuatan, dan semangat untuk bangkit kembali.

 

Redy menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti ini akan terus menjadi agenda prioritas PUK SPAI FSPMI PT Sonar Persada Manunggal. Hal itu merupakan bentuk komitmen organisasi agar tidak ada anggota yang dibiarkan menghadapi masa sulit seorang diri.

 

Menurutnya, solidaritas adalah kekuatan utama yang menentukan kokoh atau rapuhnya sebuah organisasi. Tanpa kepedulian dan keberanian untuk saling menopang, organisasi hanya akan menjadi sekumpulan individu yang berjalan sendiri-sendiri tanpa arah perjuangan yang kuat.

 

Sebaliknya, ketika rasa saling peduli benar-benar dihidupkan, hubungan sesama anggota tidak hanya sebatas urusan kerja dan tugas organisasi. Hubungan itu akan tumbuh menjadi ikatan kebersamaan yang nyata, sebuah keluarga besar yang hadir bukan hanya saat keberhasilan diraih, tetapi juga berdiri paling depan ketika ada yang jatuh dan membutuhkan penguatan.

 

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan tetap hidup di tengah dinamika dunia kerja. PUK SPAI FSPMI PT Sonar Persada Manunggal berharap budaya gotong royong dan kepedulian sosial seperti ini terus terjaga serta menjadi inspirasi bagi anggota lainnya untuk memperkuat kebersamaan dalam organisasi.

Pos terkait