Sidoarjo, KPonline – Semangat solidaritas antarburuh kembali terlihat dalam perjuangan pekerja menolak dugaan praktik pemberangusan serikat pekerja (union busting) di PT Kaleng Raya Indonesia (KRI), Wonoayu, Sidoarjo, Sabtu (9/5/2026). Aksi tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan serikat pekerja memiliki peran penting dalam melindungi hak-hak karyawan di lingkungan kerja.
Sejak Selasa (5/5/2026), para pekerja yang tergabung dalam PUK SPLP FSPMI PT KRI Sidoarjo melaksanakan aksi mogok kerja total yang direncanakan berlangsung selama satu bulan penuh. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perjuangan untuk menuntut keadilan sekaligus mempertahankan hak berserikat yang telah dijamin oleh undang-undang di Indonesia.
Di tengah berlangsungnya aksi, dukungan dari berbagai elemen serikat pekerja terus mengalir. Sejak hari pertama hingga hari kelima, puluhan PUK dari berbagai daerah seperti Surabaya dan Sidoarjo hadir di tenda perjuangan untuk memberikan dukungan moral kepada para pekerja PT KRI yang tengah memperjuangkan hak-haknya.
Kehadiran para anggota serikat pekerja itu menjadi simbol kuatnya rasa persaudaraan dan solidaritas antarburuh. Mereka saling menguatkan dan menunjukkan bahwa perjuangan pekerja tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan dan organisasi yang solid.
Salah satu bentuk dukungan datang dari Imam, anggota PUK SPLP FSPMI PT Kerta Rajasa Raya (KRR) sekaligus anggota Gerda Metal PT KRR. Sejak pukul 10.00 WIB, ia hadir di tenda perjuangan mogok kerja PUK SPLP FSPMI PT KRI untuk memberikan semangat kepada para pekerja agar tetap kompak dan tidak menyerah dalam memperjuangkan hak-haknya.
Dalam kesempatan tersebut, Imam juga berbagi pengalaman mengenai perjuangan serikat pekerja di perusahaan tempatnya bekerja. Ia mengungkapkan bahwa PUK SPLP FSPMI PT KRR juga pernah melakukan aksi mogok kerja demi memperjuangkan hak pekerja, termasuk persoalan tunjangan hari raya (THR).
“Kawan-kawan KRI harus tetap menjaga kekompakan dalam memperjuangkan hak. Karena di negara ini, hak harus diperjuangkan bersama-sama,” ujarnya di hadapan anggota PUK SPLP FSPMI PT KRI.
Ia juga berpesan agar tenda perjuangan tetap dijaga sebagai simbol semangat dan persatuan para pekerja.
“Jangan sampai tenda perjuangan ini kosong, karena tenda ini adalah simbol perjuangan dan kekompakan kawan-kawan semua,” tambahnya.
Peristiwa yang terjadi di PT KRI menjadi pengingat penting bagi masyarakat pekerja tentang arti keberadaan serikat pekerja. Dengan berserikat, pekerja memiliki wadah untuk menyampaikan aspirasi, memperjuangkan hak normatif, hingga mendapatkan perlindungan ketika menghadapi persoalan ketenagakerjaan.
Serikat pekerja bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga menjadi alat perjuangan agar hubungan industrial berjalan lebih adil dan seimbang antara pekerja dan perusahaan. Solidaritas yang terlihat dalam aksi di PT KRI menunjukkan bahwa kekuatan buruh lahir dari persatuan dan kekompakan sesama pekerja.


