Tangerang, KPonline – Memasuki hari ke-9 aksi unjuk rasa, anggota PUK SPAI FSPMI PT Molex Ayus masih terus memperjuangkan pemenuhan hak-hak normatif pekerja yang hingga kini belum dipenuhi oleh manajemen perusahaan.
Pada Selasa (24/06/2026), ratusan anggota PUK SPAI FSPMI PT Molex Ayus bersama Garda Metal Tangerang Raya kembali melakukan aksi penutupan gerbang PT Molex Ayus. Jumlah massa aksi yang hadir pada hari ini terlihat lebih banyak dibandingkan hari sebelumnya.
Berdasarkan pantauan tim media Perdjoeangan di lokasi, sempat terjadi gesekan antara sejumlah karyawan yang hendak masuk bekerja dengan peserta aksi yang sedang melakukan unjuk rasa. Gesekan tersebut dipicu oleh upaya sejumlah karyawan untuk memasuki area perusahaan, sementara massa aksi masih melakukan blokade sebagai bentuk tekanan agar tuntutan mereka segera dipenuhi oleh manajemen PT Molex Ayus.
Para anggota PUK SPAI FSPMI PT Molex Ayus dan Garda Metal Tangerang Raya melakukan blokade gerbang perusahaan dengan membentuk rantai manusia. Sejumlah karyawan yang hendak masuk bekerja berusaha menerobos blokade tersebut. Menurut informasi di lapangan, rombongan karyawan yang mencoba masuk dipimpin oleh pihak HRD PT Molex Ayus.
Dalam upaya tersebut, sejumlah pekerja perempuan ditempatkan di barisan depan. Namun, blokade yang dilakukan oleh anggota serikat pekerja dan Garda Metal tetap mampu menahan upaya masuk tersebut sehingga tidak terjadi penerobosan ke area perusahaan.
Untuk mengantisipasi terjadinya konflik yang lebih besar, jajaran Polsek Cikupa menambah jumlah personel pengamanan di lokasi. Langkah ini dilakukan setelah tercatat dua kali upaya masuk secara paksa oleh karyawan ke area perusahaan.
Meski sempat terjadi ketegangan, situasi di lokasi aksi hingga berita ini diturunkan tetap berlangsung kondusif dan aman. Sementara itu, hingga saat ini belum ada perundingan antara manajemen PT Molex Ayus dengan pihak PUK SPAI FSPMI PT Molex Ayus terkait penyelesaian tuntutan yang diajukan oleh para pekerja.



