Isu Kekerasan Berbasis Gender Disampaikan Dalam Rakor SPLP FSPMI Bekasi

Isu Kekerasan Berbasis Gender Disampaikan Dalam Rakor SPLP FSPMI Bekasi

Bekasi, KPonline – Dalam Rapat Koordinasi Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPLP FSPMI) Bekasi yang digelar pada Sabtu, 8 Agustus 2026 di Sekretariat KC FSPMI Bekasi, Jl. Yapink Putra No.11, Tambun Selatan, Bekasi, dihadiri oleh pengurus PC dan PUK SPLP FSPMI Bekasi dengan total 113 peserta dari 38 PUK SPLP FSPMI Bekasi.

Dalam sesi laporan, Bidang Sosial dan Ekonomi (Sosek) PC SPLP FSPMI Bekasi, Lukman dan Dede Solehudin menyampaikan keberhasilan pelaksanaan pekan Olah Raga Sektor Logam dan Pertambangan FSPMI (Porselope) 2026.

Kegiatan olahraga antar unit kerja ini sudah dilaksanakan dengan baik dan mempertandingkan 3 cabang olahraga. Porselope menjadi ruang konsolidasi sekaligus mempererat solidaritas antar anggota.

Sementara Bidang Infokom dan Propaganda PC SPLP FSPMI Kab./Kota Bekasi Wiwik Aswanti, SH., MH. dan Usman menyampaikan bahwa pada dasarnya semua program kerja bidang sudah terlaksana, point-point penting yang disampaikan

Biro sudah ada di setiap kawasan EDH, MM2100, Jababeka, Luar Kawasan dan Kota Bekasi. Bidang Infokom/Pic media di PUK sudah ada sekitar 60% dan sudah dilakukan pembekalan bidang Infokom/Pic Media PUK.

Dalam setiap kegiatan atau informasi sudah dipublikasikan melalui berita KPonline dan postingan Medsos Suara FSPMI Bekasi, Suara FSPMI dan medsos FSPMI resmi lainnya kemudian di share ke group WA.

“60% lebih terlaksana diantaranya terbentuk bidang Infokom di setiap PUK. Dokumentasi kegiatan Alhamdulillah berjalan dengan baik. Sekecil apapun kegiatan selalu kami informasikan melalui KPonline, IG, Facebook dan lainnya,” katanya.

“Namun ada catatan yang belum maksimal. Yang belum berjalan walaupun sudah diinformasikan adalah terkait atribut aksi organisasi yang belum maksimal seperti kurangnya bendera, poster dan lainnya,” lanjut Wiwik.

Penertiban atribut aksi dinilai penting agar setiap aksi dan kegiatan organisasi terlihat lebih massif dan terkoordinasi.

Pun demikian Bidang Perempuan dan Pekerja Muda PC SPLP FSPMI Bekasi, Roza Febrianti memaparkan kegiatan dan isu terkait gender.

Sebagai Ketua KBG Nasional, Roza meminta seluruh anggota SPLP FSPMI Bekasi bersedia mengikuti seminar-seminar atau sosialisasi terkait gender. Tujuannya agar memahami apa itu Kekerasan Berbasis Gender.

Edukasi KBG menjadi penting untuk menciptakan lingkungan kerja dan organisasi yang aman, setara, dan bebas dari kekerasan. (Yanto)