KP Online

Suara Kaum Buruh

AksiBerita

Tumbuhkan Kembali Semangat Pergerakan, Ini yang Dilakukan Fuad Bersama FSPMI Purwakarta

Purwakarta, KPonline – Menanggapi wacana revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, Fuad BM bersama jajaran pengurus FSPMI Purwakarta mengadakan sosialisasi kepada para anggota dengan melakukan kunjungan kerja ke PUK SPAI-FSPMI PT. Wintextile dan PUK SPEE-FSPMI PT.NSS.

Hal yang dilakukan ini juga merupakan bentuk penolakan FSPMI atas revisi undang-undang tersebut. Karena revisi dinilai hanya akan mengurangi hak-hak buruh.

“FSPMI tidak akan memberikan toleransi kepada pemerintah untuk melakukan revisi Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003. Kita galang kembali kekuatan buruh FSPMI Purwakarta, bergerak bersama dengan kompak dan solid. Kemudian saya tekankan kepada setiap ketua PUK bisa memaksimalkan seluruh anggotanya untuk ikut aksi turun ke jalan dalam menolak revisi Undang-Undang tersebut,” kata Fuad BM selaku Ketua KC FSPMI Purwakarta.

Kekuatan buruh kembali diuji. Terkait revisi Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 yang akan dilakukan atas desakan pengusaha; dengan alasan menjaga keberlangsungan iklim investasi.

“Konsolidasi yang dilakukan Fuad dalam kunjungan kerjanya bersama jajaran pengurus FSPMI Purwakarta ke kantor sekretariat kami bisa menumbuhkan kembali semangat kawan-kawan dalam pergerakan buruh menuju hidup layak dan sejahtera bersama FSPMI,” ungkap Hadi selaku Ketua PUK SPAI-FSPMI PT. Wintextile.

Kekuatan buruh tidak bisa lagi dipandang dengan sebelah mata dan pergerakan buruh FSPMI Purwakarta. Tercatat, pada hari Kamis 10 November 2016 dengan agenda tolak upah murah dan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015.

Saat itu, buruh FSPMI yang dipimpin oleh Fuad, Ade Supyani, dan Arief Rosidi menggunakan 80 (Delapan Puluh) armada bus dari Purwakarta. Kemudian secara spontanitas melakukan longmarch dari gerbang tol pasteur menuju gedung sate membuat atmosfir kota Bandung yang terkenal sejuk, mendadak berubah menjadi panas.

Jika revisi tetap dipaksakan, bukan tidak mungkin perlawanan seperti ini akan kembali dilakukan.