SPAI-FSPMI Harus Jadi Nomor Satu !

  • Whatsapp

Bogor, KPonline – FSPMI terbentuk dari berbagai Serikat Pekerja Anggota (SPA) yang saling menunjang dan saling menguatkan antara yang satu dengan yang lainnya. Sehingga kekuatan kolektifitas yang tersimpul dalam FSPMI adalah sinergi dari berbagai kekuatan yang saling mengikat. Termasuk Serikat Pekerja Aneka Industri yang bernaung dibawah bendera FSPMI.

Sebagai Serikat Pekerja Anggota (SPA) yang paling akhir terbentuk di Bogor, jumlah anggota SPAI-FSPMI di Bogor sudah mencapai ribuan anggota. Sehingga kekuatan dari SPAI-FSPMI Bogor cukup diperhitungkan dalam kancah perburuhan di Bogor. Tahun 2013 merupakan momentum yang sangat tepat ketika SPAI-FSPMI Bogor berdiri. Hingga pada 30 Juni 2018- 1 Juli 2018 yang lalu, SPAI-FSPMI Bogor telah melaksanakan Musyawarah Cabang untuk yang kedua kalinya.

Bacaan Lainnya

Ada peran seorang kader SPAI-FSPMI Bogor yang juga merupakan kader FSPMI dari kaum perempuan. Tidak dapat diabaikan peran serta dan tindak tanduk beliau selama ini. Sejak 2013 hingga saat diadakannya Musyawarah Cabang SPAI-FSPMI Bogor yang lalu, perempuan berdarah Sunda kelahiran 21 Mei 1973 ini mempunyai tekad yang kuat dalam memajukan serikat pekerja khususnya kaum perempuan. Sebagai Sekretaris di Pengurus Cabang SPAI-FSPMI Bogor hingga Musyawarah Cabang 2 SPAI-FSPMI Bogor berakhir, pada akhirnya Teti Supianti didaulat dan dipercaya sebagai Ketua Pengurus Cabang untuk memimpin SPAI-FSPMI Bogor 5 tahun kedepan.

“Padahal persiapan Muscab 2 SPAI-FSPMI Bogor yang kemarin, hanya satu bulan. Belum lagi terkendala disaat bulan Ramadhan, terus terpotong-potong sama libur Lebaran. Tapi syukur alhamdulillah, acara Muscab 2 SPAI-FSPMI Bogor yang kemarin berjalan dengan baik, lancar dan sukses” tutur Teti Supianti seraya mengapresiasi kinerja seluruh panitia dan pihak-pihak yang turut membantu kegiatan tersebut.

Beliau juga memaparkan tentang program-program kerja SPAI-FSPMI Bogor kedepannya. Baginya, program-program kerja SPAI-FSPMI Bogor merupakan kawah candradimuka bagi seluruh Pengurus Cabang SPAI-FSPMI Bogor yang terpilih, termasuk dirinya sebagai Ketua. “Program-program kerja SPAI-FSPMI Bogor yang telah lalu, akan saya terus pertahankan. Karena memang sudah berjalan dengan baik. Dan sudah tentu akan terus ditingkatkan lagi demi kebaikan organisasi khususnya SPAI-FSPMI Bogor” terang perempuan yang sering disapa dengan panggilan Bunda Teti ini.

 

Salah satu cara yang akan ditempuh oleh Teti salah satunya adalah dengan meningkatkan kinerja seluruh Pengurus Cabang SPAI-FSPMI Bogor yang sudah terpilih pada Musyawarah Cabang 2 SPAI-FSPMI Bogor yang lalu. Pengurus Cabang SPAI-FSPMI Bogor yang terpilih untuk masa bakti 2018-2023 merupakan orang-orang yang aktif di organisasi dan mempunyai kapabilitas serta kapasitas yang mumpuni dibidangnya masing-masing. Sehingga tidak ada kekhawatiran dalam diri perempuan yang lahir di Kota Hujan ini.

“Yang jelas, SPAI-FSPMI Bogor akan mendapatkan tantangan yang lebih berat lagi nantinya. Dan kami sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi itu semua” tegas Teti kepada Tim Media Perdjoeangan FSPMI Bogor. Hal ini bukanlah isapan jempol belaka, karena apa yang dipaparkan Bunda Teti sudah terjadi akan ada kemungkinan besar akan terus terjadi kedepannya. Sebut saja Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak, permasalahan upah baik penetapan UMK/UMSK ditingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota hingga pelaksanaannya di masing-masing perusahaan. Hingga penyelesaian permasalahan Hubungan Industrial seperti status kerja yang tidak pernah jelas, merupakan diantara berbagai permasalahan yang akan dihadapi oleh SPAI-FSPMI Bogor.

Pada bagian akhir, perempuan yang menggunakan kacamata ini mengungkapkan kegundahan dan harapan beliau terkait Buruh Go Politik. Hal ini pun merupakan tantangan yang cukup lumayan berat untuk dipikul oleh SPAI-FSPMI Bogor. “Tahun ini hingga tahun yang akan datang, organisasi sudah mencanangkan agar Buruh Go Politik. Dimana kader-kader SPAI-FSPMI baik di Bogor maupun dari daerah-daerah yang lain, ada beberapa orang yang terpilih untuk maju sebagai bakal calon anggota legislatif, baik itu ditingkat Kabupaten/Kota maupun ditingkat Pusat (DPR-RI). Hal ini membutuhkan dukungan yang penuh serta konkret dari seluruh anggota FSPMI di Indonesia pada umumnya, dan anggota SPAI-FSPMI pada khususnya” imbuh Teti.

Perjuangan buruh tidak akan pernah usai, akan terus bergulir dari waktu ke waktu, masa berganti, masa purna bakti yang berakhir digantikan dengan masa bakti yang baru. “SPAI-FSPMI pengen jadi apa ? Jadi nomer satu dan terdepan dalam perjuangan kaum buruh kali ya” sambil tersenyum perempuan hebat yang akan memimpin SPAI-FSPMI Bogor ini pun menyudahi perbincangan, yang sepertinya akan berlanjut di lain waktu.

Pos terkait