Soliditas SPLP FSPMI Cirebon Raya Berbuah Hasil, PHK Dua Pengurus PUK PT Food Packaging Jaya Dicabut

Soliditas SPLP FSPMI Cirebon Raya Berbuah Hasil, PHK Dua Pengurus PUK PT Food Packaging Jaya Dicabut

Indramayu, KPonline – Solidaritas dan perjuangan tanpa henti yang dilakukan oleh jajaran pengurus dan anggota Serikat Pekerja Logam dan Pertambangan (SPLP) FSPMI Cirebon Raya akhirnya membuahkan hasil. PHK terhadap dua pengurus PUK SPLP FSPMI PT Food Packaging Jaya Indramayu resmi dicabut oleh pihak perusahaan setelah dilakukannya perundingan bipartit.

Peristiwa ini bermula ketika dua pengurus PUK, yakni Johan Kartono selaku Ketua PUK dan Widuri, mendapatkan tindakan PHK dari perusahaan. Menyikapi hal tersebut, Pimpinan Cabang SPLP FSPMI Cirebon Raya langsung bergerak cepat melakukan pendampingan dan konsolidasi perjuangan bersama anggota.

Bacaan Lainnya

Rencana aksi solidaritas yang sebelumnya akan dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026, menjadi perhatian serius pihak perusahaan. Di tengah proses pelayangan surat aksi dan persiapan perjuangan, agenda perundingan bipartit kedua yang semula dijadwalkan pada 22 Mei akhirnya dimajukan menjadi Kamis, 21 Mei 2026.

Alhamdulillah, dalam perundingan tersebut terjadi titik temu antara pihak perusahaan dengan serikat pekerja. Hasilnya, keputusan PHK terhadap dua pengurus PUK SPLP FSPMI PT Food Packaging Jaya Indramayu resmi dicabut oleh perusahaan.

Pimpinan Cabang SPLP FSPMI Cirebon Raya terus memberikan pendampingan penuh hingga persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa solidaritas dan kekompakan organisasi mampu melindungi hak-hak pekerja.

Ketua PC SPLP FSPMI Cirebon Raya, Imron, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berjuang bersama dalam mengawal kasus tersebut.

“Alhamdulillah, kami bersyukur kepada Allah SWT karena perjuangan kawan-kawan membuahkan hasil yang baik. Terima kasih kepada seluruh anggota, pengurus, serta semua pihak yang telah solid mengawal perjuangan ini hingga PHK terhadap pengurus PUK dapat dicabut. Ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan solidaritas adalah kekuatan utama serikat pekerja,” ungkap Imron.

Ia juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan hubungan industrial di perusahaan dapat berjalan lebih harmonis dengan tetap menghormati hak-hak pekerja serta keberadaan serikat pekerja di lingkungan perusahaan.

Pos terkait