Siap-Siap! Bang Jali Grape Buka Wisata Petik Anggur Pertengahan November, Buruh Kreatif Bangun Ekonomi Keluarga

Siap-Siap! Bang Jali Grape Buka Wisata Petik Anggur Pertengahan November, Buruh Kreatif Bangun Ekonomi Keluarga

Tuban, KPonline – Kabar gembira bagi pecinta buah anggur dan wisata edukasi di Kabupaten Tuban. Kebun anggur Bang Jali Grape milik Sujali, Panglima Koordinator Daerah (Pangkorda) Garda Metal FSPMI Tuban, yang berlokasi di Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, direncanakan kembali membuka wisata petik buah anggur pada pertengahan November 2026. Pengunjung nantinya dapat menikmati pengalaman memetik buah anggur langsung dari pohonnya sekaligus mengenal lebih dekat proses budidaya tanaman anggur.

 

Bacaan Lainnya

Kebun Bang Jali Grape berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi. Berbagai varietas anggur ditanam di kebun ini, di antaranya Julian, Ilaria, Dixon, Everest, Guzv, Akademik, Cerni Crystal, dan sejumlah varietas lainnya. Keberagaman jenis anggur tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati buah anggur sekaligus menambah pengetahuan mengenai budidaya tanaman buah.

 

Menariknya, aktivitas berkebun yang dilakukan Sujali berawal dari keinginannya memanfaatkan lahan milik pribadi yang sebelumnya tidak produktif. Di sela-sela kesibukannya sebagai seorang buruh, ia menyempatkan waktu untuk merawat dan mengembangkan kebun anggur tersebut. Selain menjadi kegiatan positif di luar pekerjaan, usaha ini juga diharapkan mampu memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.

 

Kunjungan dari salah satu SD di Tuban

 

Bagi Sujali, Bang Jali Grape bukan sekadar kebun untuk menghasilkan buah, melainkan juga bentuk nyata pemanfaatan potensi yang ada di sekitar. Lahan yang semula menganggur kini memiliki nilai ekonomi dan berpotensi menjadi destinasi wisata lokal. Melalui usaha tersebut, ia ingin menunjukkan bahwa pekerja juga memiliki peluang untuk mengembangkan usaha produktif tanpa harus meninggalkan pekerjaan utamanya.

 

Dalam perjalanannya, kebun Bang Jali Grape telah dikunjungi masyarakat setiap tahun, terutama warga lokal di sekitar wilayah Tambakboyo dan sekitarnya. Kebun ini juga pernah menjadi tujuan kunjungan murid-murid sekolah dalam kegiatan wisata edukasi. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kebun anggur tidak hanya berpotensi menjadi sumber pendapatan, tetapi juga sarana pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal pertanian, ketekunan, dan kewirausahaan.

 

Inspirasi dari kebun anggur Sujali ternyata mulai menular kepada anggota Garda Metal lainnya. Sejumlah anggota disebut telah terinspirasi untuk mencoba program serupa dan mempraktikkannya di wilayah masing-masing. Hal ini menjadi contoh bahwa kreativitas dan kemandirian ekonomi dapat tumbuh dari lingkungan pekerja, dengan memanfaatkan lahan, keterampilan, serta peluang usaha yang tersedia.

 

Sujali berharap semakin banyak buruh yang berani berpikir kreatif dalam menghadapi tantangan ekonomi, terutama ketika harga kebutuhan pokok terus meningkat. Menurutnya, mengembangkan usaha di sektor lain dapat menjadi salah satu langkah untuk memperoleh pemasukan tambahan dan memperkuat kondisi ekonomi keluarga. Buruh tidak hanya perlu mengandalkan penghasilan dari pekerjaan utama, tetapi juga dapat mulai menggali peluang usaha sesuai kemampuan dan potensi lingkungan masing-masing.

 

Dengan rencana dibukanya kembali wisata petik anggur pada pertengahan November 2026, Bang Jali Grape diharapkan semakin dikenal masyarakat luas dan menjadi inspirasi bagi pekerja lainnya. Langkah Sujali membuktikan bahwa di sela-sela perjuangan sebagai buruh, masih terbuka kesempatan untuk berkarya, berwirausaha, dan membangun kemandirian ekonomi keluarga. Dari lahan yang semula menganggur, tumbuh harapan baru bahwa kreativitas buruh dapat menghasilkan peluang dan kesejahteraan.

Pos terkait