Serikat FSPMI PT Indomarco Prismatama Bogor dan Manajemen Perkuat Hubungan Industrial

Serikat FSPMI PT Indomarco Prismatama Bogor dan Manajemen Perkuat Hubungan Industrial

Bogor, KPonline-Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Indomarco Prismatama Bogor menggelar pertemuan bersama jajaran pimpinan PT Indomarco Prismatama Cabang Bogor 1 dan Bogor 2 pada (28/5/2026). Hal itu dilakukan dalam rangka memperkuat hubungan industrial yang harmonis serta membahas pelaksanaan perintah kerja pada hari libur nasional.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan pekerja yang dipimpin langsung oleh Ketua PUK SPAI FSPMI PT Indomarco Prismatama Bogor, Darmanto, bersama sejumlah pengurus serikat pekerja. Sementara dari pihak manajemen hadir BM Bogor 1; Sidik, HRM Bogor 1; Martin, HRM Bogor 2; Bagus, serta beberapa pimpinan perusahaan lainnya.

Dalam suasana yang penuh keterbukaan dan semangat membangun hubungan kerja yang lebih baik, kedua belah pihak berdiskusi mengenai pelaksanaan kerja pada hari libur nasional, khususnya terkait pekerja yang keberatan melaksanakan lembur karena mekanisme penggantian upah lembur dengan libur pengganti.

Hasil dari pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan penting, diantaranya melakukan pendataan bersama terhadap pekerja yang tidak bersedia melaksanakan lembur karena upah lembur diganti dengan libur pengganti. Selain itu, manajemen dan serikat pekerja juga sepakat untuk memastikan tidak adanya intimidasi ataupun tekanan terhadap pekerja yang memilih tidak melaksanakan pekerjaan lembur pada hari libur nasional.

Ketua PUK SPAI FSPMI PT Indomarco Prismatama Bogor, Darmanto, menyampaikan bahwa dialog yang baik antara serikat pekerja dan manajemen merupakan langkah penting dalam menciptakan hubungan industrial yang sehat dan berkeadilan.

“Melalui komunikasi dan musyawarah, berbagai persoalan ketenagakerjaan dapat diselesaikan dengan lebih baik. Kami berharap kesepakatan yang telah dicapai dapat dijalankan secara konsisten demi terciptanya suasana kerja yang kondusif dan saling menghormati,” ujarnya.

Pertemuan yang berlangsung dengan lancar tersebut menjadi bukti bahwa hubungan industrial yang harmonis dapat dibangun melalui dialog, keterbukaan, dan komitmen bersama antara pekerja dan perusahaan dalam mencari solusi terbaik bagi semua pihak.