Surabaya, KPonline – Suasana kekeluargaan dan semangat perjuangan begitu terasa di Gedung Penginapan Remaja, Jalan Dukuh Kupang XXV Nomor 5, Surabaya, pada Minggu (23/8/2026). Di tempat itulah, Musyawarah Unit Kerja III (Musnik III) PUK SPAI FSPMI PT. ISS Indonesia–Jawa Timur resmi bergulir, diikuti oleh 95 peserta yang hadir dengan penuh antusiasme.
Tak sekadar forum rutin, Musnik III kali ini menjadi momen penting bagi seluruh elemen serikat pekerja untuk merumuskan arah perjuangan empat tahun ke depan. Dalam sambutannya, Ketua Panitia Musnik III, Subroto, mengungkapkan bahwa ada empat misi utama yang diusung dalam musyawarah kali ini.
Pertama, peningkatan kesejahteraan anggota menjadi prioritas utama. Subroto menegaskan, Musnik III bukan sekadar ajang seremonial, melainkan panggung nyata untuk menunjukkan bahwa PUK ISS Jatim tetap eksis, tangguh, dan berpihak pada pekerja.
Kedua, pendekatan personal ke setiap anggota menjadi strategi jitu panitia. Menurut Subroto, dengan menyapa dan mendengar langsung keluhan serta harapan anggota, proses musyawarah bisa berjalan lebih lancar dan aspirasi yang muncul jauh lebih tajam serta representatif.
Ketiga, regenerasi kepengurusan menjadi nadi dari Musnik III ini. Proses pembentukan pengurus baru periode 2026–2029 dimulai di sini, dengan harapan lahir pemimpin-pemimpin baru yang segar, inovatif, dan tetap mengakar pada nilai-nilai perjuangan buruh.
Keempat, komitmen terhadap penguatan kapasitas anggota tidak pernah pudar. Subroto menambahkan, pihaknya bertekad meningkatkan kualitas sumber daya manusia anggota melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan, sekaligus membuka pintu selebar-lebarnya bagi perekrutan anggota baru. Sebab, serikat yang kuat adalah serikat yang tumbuh dan berkembang bersama.
Di akhir sambutannya, Subroto mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Musnik III sebagai titik tolak kebangkitan bersama. “Mari kita buktikan bahwa PUK ISS Jatim bukan hanya besar secara jumlah, tapi juga besar dalam kualitas perjuangan dan kepedulian terhadap sesama pekerja,” tegasnya.
Dengan segala dinamika dan harapan yang mengemuka, Musnik III tahun 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan keputusan-keputusan strategis, tetapi juga memperkokoh ikatan batin di antara seluruh anggota, bahwa perjuangan buruh adalah perjuangan untuk martabat kemanusiaan.



