Rengga Pria Hutama: Ilmu Bahaya Asbes Harus Menjadi Bekal Perjuangan untuk Mewujudkan Tempat Kerja yang Aman

Rengga Pria Hutama: Ilmu Bahaya Asbes Harus Menjadi Bekal Perjuangan untuk Mewujudkan Tempat Kerja yang Aman
Sekretaris KC FSPMI Kabupaten Karawang Rengga Pria Hutama, S.H berikan sambutan dalam Pelatihan dan Sosialisasi Bahaya Asbestos yang berlangsung di KC FSPMI Kabupaten Karawang. Foto : Hsn, Senin (20/7/26)

Karawang, KPonline – Sekretaris KC FSPMI Kabupaten Karawang, Rengga Pria Hutama, S.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, panitia, dan peserta yang hadir dalam kegiatan Pelatihan dan Sosialisasi Bahaya Asbes (Asbestos) yang diselenggarakan atas kerja sama Union Aid Abroad–APHEDA, KSPI, dan DPP FSPMI di Sekretariat KC FSPMI Kabupaten Karawang, Senin (20/7/2026).

Dalam sambutannya, Rengga menegaskan bahwa kegiatan edukasi mengenai keselamatan dan kesehatan kerja (K3), khususnya terkait bahaya asbes, bukanlah agenda yang baru bagi FSPMI. Menurutnya, serikat pekerja telah lama membangun ruang diskusi dan pembelajaran untuk meningkatkan kesadaran pekerja terhadap berbagai risiko di tempat kerja.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan seperti ini bukan kali pertama kita laksanakan. Sejak dulu kita sudah sering berdiskusi dan belajar bersama. Alhamdulillah, dari setiap kegiatan selalu ada manfaat dan pelajaran yang bisa kita ambil sebagai bekal untuk memperkuat perjuangan kita ke depan,” ujar Rengga.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan tidak terlepas dari kerja sama dan semangat gotong royong seluruh pihak yang terlibat.

Rengga Pria Hutama, S.H selaku Sekretaris KC FSPMI Kabupaten Karawang saat berikan Sambutan di Pelatihan dan Sosialisasi Bahaya Asbestos di KC FSPMI Kabupaten Karawang. Foto : Hsn, Senin (20/7/26)

Rengga menyampaikan rasa syukurnya karena pada kegiatan kali ini peserta yang hadir berasal dari berbagai sektor FSPMI di Kabupaten Karawang. Bahkan, terdapat peserta yang baru pertama kali mengikuti sosialisasi bahaya asbes dan ada pula yang telah beberapa kali terlibat dalam kegiatan serupa.

“Semoga ini menjadi awal yang baik untuk terus memperluas pengetahuan dan memperkuat solidaritas kita. Saya merasa senang karena kita dapat kembali berkumpul, berdiskusi, dan belajar bersama untuk memperjuangkan kesehatan dan keselamatan pekerja,” katanya.

Lebih lanjut, Rengga berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti hanya di ruang kegiatan, tetapi dapat diterapkan di tempat kerja dan disebarluaskan kepada pekerja lainnya.

“Harapan saya, ilmu yang kita peroleh hari ini dapat dibagikan kepada rekan-rekan di perusahaan masing-masing. Dengan demikian, semakin banyak pekerja yang memahami bahaya asbes dan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat,” tegasnya.

Pelatihan dan sosialisasi bahaya asbes ini diikuti oleh 25 perwakilan PUK FSPMI dari sektor SPAMK, SPLP, SPAI, dan SPEE FSPMI Kabupaten Karawang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya KSPI dan DPP FSPMI dalam memperkuat gerakan perlindungan pekerja dari penyakit akibat kerja serta mendorong terciptanya lingkungan kerja yang bebas dari paparan asbes.

Pos terkait