Asmat Serum: Pemahaman Bahaya Asbes Harus Menjadi Bagian dari Perjuangan Melindungi Keselamatan Pekerja

Asmat Serum: Pemahaman Bahaya Asbes Harus Menjadi Bagian dari Perjuangan Melindungi Keselamatan Pekerja
Asmat Serum, S.H.,M.H selaku Ketua KC FSPMI Kabupaten Karawang berikan Sambutan di Pelatihan dan Sosialisasi Bahaya Asbestos yang berlangsung di KC FSPMI Kabupaten Karawang. Foto : Hsn, Senin (20/7/26)

Karawang, KPonline – Ketua KC FSPMI Kabupaten Karawang, Asmat Serum, S.H., M.H., mengajak seluruh pengurus dan anggota serikat pekerja untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya paparan asbes (asbestos) sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Ajakan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Pelatihan dan Sosialisasi Bahaya Asbes (Asbestos) yang diselenggarakan atas kerja sama Union Aid Abroad–APHEDA, KSPI, dan DPP FSPMI di Sekretariat KC FSPMI Kabupaten Karawang, Senin (20/7/2026).

Dalam sambutannya, Asmat Serum mengucapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mengapresiasi kehadiran para narasumber, Project Director beserta tim, serta seluruh peserta dari berbagai PUK FSPMI di Kabupaten Karawang.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat untuk mengikuti kegiatan ini. Terima kasih kepada para narasumber, tim penyelenggara, dan seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk bersama-sama belajar mengenai bahaya asbes,” ujarnya.

Menurut Asmat, istilah asbes memang sudah cukup dikenal di kalangan masyarakat. Namun, masih banyak pekerja yang belum memahami bahaya sesungguhnya dari material tersebut. Padahal, dampak paparan serat asbes tidak langsung dirasakan, melainkan dapat muncul bertahun-tahun kemudian dalam bentuk penyakit yang serius.

“Asbes bukanlah material yang dapat dianggap remeh. Serat-serat halusnya dapat masuk ke saluran pernapasan dan menetap di paru-paru. Dalam jangka panjang, paparan tersebut dapat menyebabkan penyakit seperti asbestosis, kanker paru-paru, hingga mesothelioma. Karena itu, edukasi kepada pekerja menjadi sangat penting agar mereka memahami risiko yang dihadapi,” jelasnya.

Ia menambahkan, penggunaan asbes di Indonesia hingga saat ini masih cukup luas, terutama pada material bangunan seperti atap dan plafon. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena banyak pekerja berpotensi terpapar tanpa memahami dampak kesehatannya.

Ketua KC FSPMI Karawang Asmat Serum, S.H.,MH berikan sambutan di Pelatihan dan Sosialisasi Bahaya Asbestos yang berlangsung di KC FSPMI Karawang. Foto : Hsn, Senin (20/7/26)

“Kita memiliki tanggung jawab untuk terus menyampaikan informasi yang benar kepada para pekerja. Jangan sampai mereka bekerja setiap hari berdampingan dengan material yang mengandung asbes tanpa mengetahui risiko yang dapat mengancam kesehatan mereka di masa depan,” katanya.

Asmat berharap pelatihan dan sosialisasi ini mampu meningkatkan pengetahuan seluruh peserta mengenai bahaya asbes, langkah-langkah pencegahan paparan, serta memperkuat peran serikat pekerja dalam mengawasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan.

“Ilmu yang diperoleh hari ini jangan berhenti pada peserta yang hadir saja. Sampaikan kembali kepada rekan-rekan di perusahaan masing-masing agar semakin banyak pekerja yang memahami bahaya asbes dan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan bebas dari paparan bahan berbahaya,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Asmat berharap kegiatan yang merupakan bagian dari kerja sama Union Aid Abroad–APHEDA, KSPI, dan DPP FSPMI tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta serta memperkuat gerakan serikat pekerja dalam memperjuangkan hak atas lingkungan kerja yang aman dan sehat.

“Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar, memberikan manfaat bagi kita semua, dan menjadi langkah nyata dalam melindungi pekerja dari bahaya paparan asbes,” pungkasnya.

Pos terkait