Cirebon, KPonline – Bertempat di Kopi Gincu, Sedong Lor, Kec. Sedong, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, PUK SPLP FSPMI PT Longrich Indonesia sukses menggelar Pendidikan Dasar I selama 2 hari, Sabtu-Minggu, 13-14 Juni 2026.
Kegiatan ini diikuti puluhan pengurus dan anggota. Tujuannya satu, menguatkan pondasi organisasi agar PUK SPLP FSPMI PT. Longrich Indonesia jadi benteng kokoh buat anggotanya.
Hadir dan memberi materi langsung jajaran Pengurus PUK SPLP FSPMI PT Longrich Indonesia, Pengurus PC SPLP FSPMI Kabupaten Cirebon, dan PP SPLP FSPMI.
Beberapa materi dasar serikat pekerja dipaparkan tuntas oleh pemateri:
1. Sejarah & Peran Serikat Pekerja, Kenapa buruh harus berserikat dan belajar tentang ketenagakerjaan
2. AD/ART & Struktur PUK-PC-PP SPLP FSPMI, Alur kerja organisasi dari pabrik sampai pusat
3. Hukum Ketenagakerjaan Dasar: Hak-hak pekerja, PKWT, PKWTT, PHK, pesangon, jam kerja
4. Teknik Keorganisasian: Cara merekrut anggota, cara menyelesaikan masalah di lini produksi
5. Cara membuat dan berunding terkait Perjanjian Kerja Bersama
Antusias peserta sangat tinggi. Ruang diskusi hidup, tanya-jawab interaktif terus terjadi. Anggota nggak cuma duduk dengar, tapi langsung bedah kasus nyata yang terjadi di PT Longrich Indonesia.
“Ini bukti anggota Longrich haus ilmu. Kalau anggota paham, pengurus kerja jadi lebih ringan karena semua ikut mikul,” ujar M. Indrayana selaku Pengurus PP SPLP FSPMI.
Sementara Rahmat Fuji Santoso, S.E., selaku Ketua PUK SPLP FSPMI PT Longrich Indonesia mengatakan dalam kegiatan ini dengan pesan tegas.
“Harapan kami melalui Pendidikan Dasar I ini, pengurus dan anggota semakin mantap dalam berorganisasi. Harapan kami pengurus dan anggota semakin solid dalam menjalankan organisasi,” katanya.
Bagi Rahmat, pendidikan dasar bukan acara seremonial. Ini investasi jangka panjang. Dari forum inilah akan lahir kader-kader baru yang siap gantikan estafet kepengurusan, siap hadapi manajemen, dan siap bela anggota yang dizalimi.
PC SPLP FSPMI Cirebon, Imron, mengapresiasi PUK SPLP FSPMI PT. Longrich Indonesia yang konsisten dalam kaderisasi. “Di tengah maraknya PHK dan efisiensi, PUK yang rutin pendidikan dasar punya daya tahan lebih kuat lawan union busting.” pungkas Imron.(Yanto)