Pentingnya Riset Untuk Memperkuat Gerakan Buruh

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Untu memperkuat gerakan buruh, penting adanya sebuah penelitian/riset. Hal ini, karena, berbagai persoalan yang membelit kaum buruh tak memberikan pilihan lain bagi serikat kecuali dengan menentukan langkahnya sendiri.

Itulah sebabnya, kerja-kerja organisasi harus menjadikan hasil riset sebagai basis fundamental dalam menentukan arah perjuangan dan argumentasi.

Bacaan Lainnya

Selama 5 tahun ke belakang, Departemen Riset KSPI melakukan penelitian untuk menelaah persoalan perburuhan dan gerakan buruh dengan metode analisis data sekunder. Namun, metode tersebut dirasa kurangmumpuni karena tidak merefleksikan konsdisi obyektif kaum buruh yang menjadi domain penelitian. Sehingga, Departemen Riset merasa perlu melakukan metode riset primer.

Baca juga: Kongres IV KSPI Soroti Upah Indonesia Dalam 5 Tahun Terakhir

Perbaikan metode penelitian dilakukan secara terus menerus, sehingga mencerminkan keadaan kaum buruh secara tepat. Semenjak semester terakhir kepengurusan ke III KSPI, Departemen Riset mulai melakukan pencarian data primer guna mengetahui kondisi obyektif persoalan perburuhan yang ada di KSPI.

Dengan riset itu organisasi mampu menganalisa dan menyimpulkan secara tepat pekerjaannya di kalangan kaum buruh dan membantu memperbaiki pekerjaan organisasi di konteks perburuhan. Dalam agenda yang tengah dilakukan saat ini, format kuesioner melibatkan aktivis buruh di tingkatan Pumpinan Unit Kerja (PUK), agar personil anggota KSPI mendapatkan pengalaman empirik dalam membangun perspektif berbasis data dan kemudian dapat membangun argumen yang rasional-logis.

Baca juga: 6 Aktivitas Bidang Politik dan Kebijakan Publik KSPI Dalam 5 Tahun Terakhir

Harapannya, hasil riset tersebut diperoleh gambaran mengenai kondisi perburuhan dimana sistem penindasan-penghisapan menjadi terlihat terang benderang. Dari pemahaman tersebut, besar kemungkinan akan terbangun postulat berupa, “Seperti inilah persoalan yang yang menghambat kesejahteraan kaum buruh.”

Ujungnya, organisasi diharapkan dapat menemukan pemetaan trategi perjuangan dalam bingkai analisis Strenghth, Weakness, Opportunity, and Trhreatment (SWOT) pada tingkatan konfederasi, federasi, daerah, hingga perusahaan.

Fokus utama kegiatan Departemen Riset adalah mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data sosial, ekonomi, dan ketenagakerjaan dalam rangka mendukung gerak juang KSPI dan memperkuat Departemen Media serta pandangan dan sikap DEN KSPI.

Baca juga: Bersama PGRI, KSPI Back-up Perjuangan Panjang Guru Honorer

Kegiatan tersebut didasarkan atas arahan Presiden dan Sekretaris Jenderal KSPI. Data berasal dari berbabagi sumber terpercaya, baik penyedia data instansi dalam negeri dan luar negeri. Data sekunder lain juga diperoleh dari media cetak dan online, baik domestik maupun internasional.

Tantangan utama dalam penyediaan data untuk KSPI yang dialami oleh staff adalah persoalan pemutakhiran data. Organisasi selalu membutuhkan data kontemporer dan variatif, sedangkan penyedia data tidak up-to-date dan lengkap dalam mempublikasi data. Sehingga data tersebut seringkali kurang relevan untuk dijadikan basis argumen dalam menghadapi perkembangan situasi pergerakan eksternal yang dinamis.

Pos terkait