Kongres 5 KSPI : Negara Sejahtera

Kongres 5 KSPI : Negara Sejahtera

Jakarta, KPonline – Kongres ke-5 KSPI diselenggarakan di Hotel Grand Cempaka Jakarta selama 3 hari dari tanggal 11 Januari sampai 13 Januari 2022 dengan mengangkat tema Negara Sejahtera.

Kongres yang diikuti lebih dari 300 orang perwakilan dari 32 Provinsi dan 100 kabupaten / kota yang mewakili 2,2 juta buruh se-Indonesia yang tergabung dalam KSPI, sesuai perda dari 9 Federasi diseluruh Provinsi.

Bacaan Lainnya

Hadir juga tamu undangan dari berbagai Konfederasi/Federasi lain diantaranya Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli, Direktur ILO Indonesia dan Timur Leste Michiko Miyamoto, Presiden KSBSI Ely Silaban, Ketua Umum KASBI Nining Elitos, Ketua Umum Ilham Syah, Ketua Umum SPSI KEP Abdullah, Sekjen SPI Agus Ruli, anggota DPR-RI Komisi III Obon Tabroni dan Sekjen ITUC Shoya Yoshida.

Sebelum pembukaan kongres KSPI Ketua Organizer Committe (OC) Kahar S Cahyono memberikan semangat bahwa Kongres KSPI, kali ini apa pun warna bendera yang tergabung dalam afiliasi KSPI dan yang hadir melebur jadi satu kekuatan yaitu partai buruh sebagai bentuk wadah untuk alat perjuangan serikat buruh menuju negara sejahtera.

Rangkaian acara Kongres KSPI ke-5 diawali dengan lantunan bacaan Al Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya serta menyanyikan lagu Mars KSPI dan sambutan-sambutan dari oara tamu undangan.

Sebelum dibuka Kongres KSPI ke-5, Presiden KSPI Said Iqbal memaparkan lahirnya partai buruh itu tidak gampang.

Digagas sejak 2006 saat jadi Presiden dan melalui proses yang dijalankan dengan kLA (konsep loby aksi) dan pada tahun 2011 mulai menggagas Politik.

Gerakan buruh tak lepas dari politik dan mau tidak mau Serikat Pekerja harus punya wadah yang lebih besar yaitu Partai Buruh, lahirnya sejarah Gerakan buruh dimulai dari Bekasi dan proses tidak akan mengkhianati hasil.

Pertama yang digagas dalam gerakan buruh adalah Konsep, Loby dan aksi baru kemudian politik.

“Sebagai pekerja kita harus menunjukan kita the working class, kita adalah kelas pekerja yang harus berani menentukan sikap membangun rumahnya sendiri sebagai alat perjuangan buruh yang lebih besar untuk kesejahteraan anggota masyarakat pekerja, kaum tani, kaum pedagang, kaum nelayan kaum rakyat miskin kota”, kata Iqbal saat memberikan sambutannya.

Maka partai buruh menjadi alat penting bagi perjuangan buruh sebagai alat politik menentukan dan membangun negara ini demi kesejahteraan buruh dan rakyat.

Said Iqbal juga meminta kepada seluruh kader-kadernya agar setiap langkah dan napas untuk menyuarakan partai buruh membangun kesejahteraan negara ini menuju negara sejahtera.

Pembukaan kongres KSPI ke-5 di buka secara langsung oleh Said Iqbal didampingi oleh seluruh tamu undangan dengan ditandai memukul gong sebanyak 5 kali dan diakhiri dengan Doa Penutup.

Penulis : Budi Santoso
Editor : Chuky
Photo : Chuky