Pemerintah Hapus Syarat Bisa Berbahasa Indonesia Untuk TKA

  • Whatsapp

Jakarta, KPonline – Pemerintah Indonesia telah menghapus aturan yang mewajibkan tenaga kerja asing (TKA) bisa berbahasa Indonesia. Tujuannya untuk membuka selebar-lebarnya agar investor asing menanamkan modalnya di Tanah Air.

Hal itu menyusul dengan dicabutnya Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 12 tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian Tahun 2010-2025.

Bacaan Lainnya

“Udah enggak ada aturan itu (syarat tenaga kerja asing bisa bahasa Indonesia). Permen No. 12 tahun 2012 telah dicabut,” kata Kasubdit Analisis dan Perizinan TKA Kementerian Tenaga Kerja, Yanti Nurhayati Ningsih dilangsir dari merdekacom di Jakarta, Senin (17/7).

Yanti melanjutkan, Kementerian Ketenagakerjaan mengeluarkan Permen nomor 16 tahun 2015 tenang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing. Salah satu poin dalam aturan tersebut yakni menghapuskan syarat bisa berbahasa Indonesia untuk tenaga asing yang dipekerjakan di Indonesia.

“Jadi tidak ada lagi syarat bisa bahasa Indonesia,” kata Yanti.

Kata dia, aturan ini merupakan salah satu regulasi yang ditetapkan pemerintah dalam rangka ramah investasi. Sehingga investor asing tertarik untuk menanam modal di Indonesia.

“Sebenarnya itu salah satu regulasi ramah investasi,” ucapnya.

Sementara itu untuk melihat kompetensi pekerja asing, Kemenaker memercayakan kepada sejumlah dokumen yang menjadi persyaratan. Seperti sertifikasi kompetensi dan ijazah para pekerja asing.

“Jadi lebih ke kompetensi yang dimiliki yang bersangkutan terhadap keahliannya bekerja di Indonesia,” jelasnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *