Purwakarta, KPonline – Pasar Sasagaran menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik perhatian masyarakat di Kabupaten Purwakarta. Mengusung konsep pasar tradisional khas Sunda, tempat ini menghadirkan suasana pedesaan yang asri, lengkap dengan bangunan-bangunan berbahan bambu dan atap rumbia yang memberikan kesan alami dan menenangkan.
Terletak di kawasan yang rindang dengan pepohonan hijau yang menjulang tinggi, yang berlokasi di Kampung Dangdeur, RT.02/RW.01, Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Pasar kuliner tematik tradisional ini berada di kawasan pedesaan yang asri di tengah rindangnya pepohonan jati dan bambu Pasar Sasagaran menawarkan pengalaman berbeda bagi para pengunjung. Tidak hanya berbelanja aneka kuliner tradisional, pengunjung juga dapat menikmati suasana khas kampung Sunda yang kental dengan nilai budaya dan kearifan lokal.
Dari pantauan KPonline, Minggu (31/5/2026), ribuan pengunjung memadati kawasan Pasar Sasagaran. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya lalu lalang pengunjung yang berburu berbagai makanan tradisional, jajanan khas Sunda, hingga produk-produk kerajinan lokal yang dijajakan para pelaku UMKM.
Gerbang bertuliskan “Wilujeng Sumping” atau selamat datang menyambut setiap pengunjung yang datang. Ornamen payung khas dan deretan saung bambu semakin memperkuat nuansa tradisional yang menjadi daya tarik utama pasar ini.
Selain menjadi tempat wisata kuliner, Pasar Sasagaran juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Kehadiran pasar ini membuka peluang usaha bagi warga lokal untuk memasarkan produk makanan, minuman, maupun hasil kerajinan tangan kepada para wisatawan.
Salah seorang pengunjung dari Karawang mengaku terkesan dengan konsep yang ditawarkan Pasar Sasagaran. Menurutnya, suasana yang alami dan nyaman membuat pengunjung seolah kembali merasakan kehidupan kampung tempo dulu yang kini mulai jarang ditemui.
“Selain makanannya enak dan beragam, suasananya juga sangat nyaman. Banyak spot foto menarik dan cocok untuk rekreasi keluarga,” ujarnya Umy Nia Nurhayati pengunjung yang berasal dari Karawang.
Dengan memadukan wisata budaya, kuliner, dan ekonomi kerakyatan, Pasar Sasagaran tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya Sunda yang patut dijaga dan dikembangkan.
Keberadaan Pasar Sasagaran diharapkan terus menjadi daya tarik wisata daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor UMKM dan pariwisata berbasis budaya lokal.


