Oh Pemerintah…Jangan ada ruwet diantara kita

  • Whatsapp

“Ruwet”,Satu kata ini muncul begitu saja manakala hari ini aku harus berjuang lagi dan lagi di Stasiun Gedangan(Sidoarjo) untuk bisa mendapatkan tiket mudik ke kota Patria,ibarat keledai jatuh yang berulang dan berulang ditempat yang sama ,sistem untuk bisa mendapatkan tiket bagi para penumpang masih ruwet seperti tahun sebelumnya.

Untuk bisa memegang tiket,calon penumpang harus merelakan diri untuk 3 kali mengantri.

Bacaan Lainnya

Antrian I pukul 04.00 wib,Calon penumpang musti mendaftarkan nama ,antrian II pada pukul 07.00 nama yang terdaftar akan dipanggil untuk mendapatkan nomor antrian untuk digunakan pada antrian III,Nah baru di antrian III yang bisa mendekati loket.

Saat ini saya berada di Antrian kedua,ketimbang pulang saya iseng buka medsos lalu menjumpai sebuah berita tentang mogok kerja di Batam tepatnya di PT Tai Cheng.

Dan ternyata kata “Ruwet” muncul lagi, bagaimana tidak,wong mogok kerja yang sah kok dibubarkan begitu saja oleh aparat dan orang orang yang diduga preman,padahal mereka sedang memperjuangkan nasibnya melalui prosedur yang ditetapkan Pemerintah melalui Undang Undang.

Kok sepertinya Pemerintah tidak punya niat ya untuk membela rakyatnya sendiri dengan turun ke lokasi lalu bertindak layaknya ksatria pembela yang lemah,padahal pemerintah dianugerahi kekuatan untuk bisa jadi superhero bagi rakyatnya.

Minimalnya menginstruksikan aparat untuk tidak menekan buruh dan melarang menjadi alat gepuknya pengusaha.

Sebagai rakyat saat ini mulai berfikir jika pemerintah sudah jauh meninggalkan tugasnya untuk melindungi serta mengayomi,jarang ditemui Kebijakan dan aturan yang memudahkan dan mengenakkan rakyat

Kembali ke urusan tiket kereta juga begitu ,tahun berganti tahun nyatanya tidak ada juga perbaikan pada sistem pelayanan agar rakyat mudah mendapatkan tiket..”ini era digital dude” masa ga bisa dialihkan lewat aplikasi di smartphone sehingga tidak buang waktu dan tenaga.sebab bisa jadi untuk bisa mendapatkan tiket itu calon penumpang harus absen dari kerja karena lamanya antrian.

Sambil melirik ke arah luar stasiun , ternyata banyak calon penumpang lain yang berbalik arah untuk pulang lantaran barusan ada satpam yang menempel kan pengumuman bahwa tiket habis.

Hhh Ruwet ruwet…

Pemerintah oh pemerintah ..

Kenapa harus ada ruwet diantara kita.

Pos terkait