Meskipun Hanya Beratap Langit, Buruh Tetap Bertahan

Semarang, KPonline – “Tidak kenal lelah,” itu yang bisa disematkan buat Aliansi Buruh Jawa Tengah yang sampai saat ini masih menempati tenda keprihatinan di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah.

Namun itu semua tidak menyurutkan hati dan semangat kawan-kawan Aliansi untuk tetap memperjuangkan tuntutan yang diajukan ke Kepala Dewan Pengupahan Provinsi yakni:

Bacaan Lainnya

1.Setarakan upah buruh Jawa Tengah dengan Provinsi lainnya (Jawa Barat dan Jawa Timur)

2.Tolak PP 78/2015 sebagai dasar untuk penatapan UMK 2019.

3.Tetapkan UMK 2019 Jateng berdasarkan nilai KHL 2018+inflasi+pertumbuhan ekonomi.

4.Tetapkan formulasi UMSK dan struktur skala upah.

Walaupun hari ini tenda keprihatan yang didirikan oleh aliansi dibongkarkan paksa, buruh tetap bertahan. Meskipun hanya beratapkan langit.

Satpol PP menegaskan bahwa pendirian tenda tersebut mengganggu ketertiban dan kenyamanan.

Ketua DPW FSPMI Jawa Tengah Aulia Hakim yang baru datang dari Bogor setelah mengahadiri Konsolidasi Nasional FSPMI di Training Center Bogor menegaskan bahwasanya besok bersama Aliansi akan kembali mendirikan tenda yang dibongkar.

Menurutnya pendirian tenda ini tidak mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga. Kalau mengganggu kenyamanan tapi nyatanya masyarakat tidak ada yang komplain justru masyarakat mendukung perjuangan kawan-kawan aliansi demi kemajuan buruh Jawa Tengah.

Sebelumnya, dari pihak Kepolisian mendatangi tenda kawan-kawan Aliansi dan mempermasahkan masalah perijinan. Pihak Kepolisian mengatakan harus ada STTP dari Kepolisian.

Menurut Hakim, “dalam aturan Undang-Undang No.9 tahun 1998 bahwa menyampaikan aspirasi di muka umum hanya diatur tentang pemberitahuan saja.Jadi tidak perlu izin.”

Pos terkait