Menuntut Pemberlakuan UMSK di PT. Lion, Ratusan Buruh FSPMI Purwakarta Lakukan Aksi Unjuk Rasa dan Inilah Hasilnya

  • Whatsapp

Purwakarta, KPonline – Dalam dunia usaha, mendapatkan keuntungan sebanyak mungkin merupakan prinsip yang dianut oleh kebanyakan para pengusaha di Tanah Air saat ini.

Sah-sah saja memang. Namun, jika pada ujungnya bisa merugikan para pekerja, tentu hal tersebut tidak dapat dibenarkan.

Bacaan Lainnya

Bahkan, tak jarang dari mereka para pelaku usaha mencoba menabrak ketentuan atau peraturan pemerintah yang berlaku dan sudah ditentukan, demi memuluskan keinginan mereka tersebut.

Dan hal tersebut kini terbukti. Setelah putusnya 21 perusahaan masuk kajian sektor unggulan atau upah minimum sektoral kabupaten atau kota (UMSK) dirapat Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) dalam hal pengupahan, 2 dari 21 perusahaan ternyata belum menyepakati UMSK.

Kedua perusahaan tersebut salah satunya adalah PT. Lion. Dimana sampai berita ini diturunkan, perusahaan yang berada di Jalan Raya Sadang-Subang, Cibatu, Kabupaten Purwakarta, belum menentukan nilai besaran UMSK.

Sehingga, akibat dari hal tersebut, buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Purwakarta kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan menyambangi perusahaan tersebut.

Seharusnya, menurut ketentuan yang sudah ditetapkan atau diputuskan oleh Depekab terkait UMSK. Selanjutnya, ke-21 perusahaan itu harus segera melakukan perundingan kembali dengan serikat pekerja atau serikat buruh untuk menentukan besaran nilai UMSK yang kemudian menemukan kata sepakat untuk menetapkan UMSK di perusahaannya.

Dadi selaku ketua Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Logam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPL-FSPMI) PT. Lion menyatakan kepada Media Perdjoeangan, waktu itu kita mengajukan UMSK kepada perusahaan dan manajemen pun mengatakan tidak masalah untuk UMSK. Ungkapnya

Namun, kenapa sampai saat ini perusahaan tersebut belum juga menentukan untuk memutuskan besaran nilai UMSK? Padahal, seharusnya hal itu tidak perlu dilakukan oleh perusahaan tersebut, karena prihal UMSK telah putus dalam kesepakatan rapat Depekab pada 18 Februari lalu.

Kemudian, dalam aksi tersebut, setelah difasilitasi oleh pihak aparatur daerah setempat (Camat Cibatu) dan kepolisian Sektor Cibatu-Purwakarta, pihak manajemen PT. Lion mau melakukan perundingan dengan serikat pekerja atau serikat buruh.

“Pihak manajemen PT. Lion meminta waktu sampai Selasa depan terkait penentuan besaran nilai UMSK dan untuk selanjutnya mereka akan merekomendasikan surat kesepakatan UMSK ke Disnakertrans Purwakarta,” ujar Enjang Wasdi selaku ketua Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Logam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPL-FSPMI) Purwakarta.

Setelah melakukan perundingan, mulai ada kejelasan terkait UMSK di PT. Lion.

Pos terkait