Bekasi, KPonline – Hubungan Industrial dan kebebasan berserikat di PT. Marsol menjadi alasan menjadi salah satu alasan kunjungan SASK Finlandia ke PUK SPLP FSPMI PT Marsol Abadi Indonesia yang beralamat di Kawasan Industri EJIP plot 9 H, Cikarang Selatan pada Senin, 4 April 2026.
Hadir dalam kunjungan Tanya dan Marco dari SASK Finlandia, Farizan Fajari, Representative for Asia SASK, serta Mimin Ida Nurjana, Koordinator IndustriAll – SASK. Rombongan disambut jajaran pengurus PUK SPLP FSPMI PT Marsol Abadi Indonesia di Sekretariat PUK.
Diskusi berlangsung hangat dan cukup menarik, terutama terkait kebebasan berserikat bagi pekerja perempuan. Pengurus PUK memaparkan kondisi aktual buruh perempuan di PT Marsol Abadi Indonesia, mulai dari keterlibatan dalam struktur serikat, hambatan berorganisasi, hingga upaya memperjuangkan hak maternitas dan ruang kerja aman dari pelecehan.
SASK Finlandia secara tegas menyatakan dukungan terhadap perjuangan buruh perempuan untuk mendapatkan haknya.
“Kebebasan berserikat adalah hak fundamental. Buruh perempuan harus punya ruang yang sama untuk bersuara, memimpin, dan menentukan nasibnya di tempat kerja,” ujar Tanya dari SASK Finlandia.
Selain isu perempuan, pertemuan juga membahas sejarah berdirinya SP/FSPMI di PT Marsol Abadi Indonesia serta praktik hubungan industrial di tingkat perusahaan yang sangat baik. Kedua pihak bertukar pengalaman soal dialog bipartit, penyelesaian perselisihan, dan strategi memperkuat serikat di tengah tantangan ketenagakerjaan.
SASK Finlandia adalah organisasi solidaritas serikat pekerja Finlandia yang bekerja sama dengan serikat di berbagai negara. Lewat jaringan IndustriAll, SASK aktif mendukung program penguatan kapasitas serikat, kesetaraan gender, dan kebebasan berserikat.
Pengurus PUK SPLP FSPMI PT Marsol Abadi Indonesia mengapresiasi kunjungan tersebut. “Dukungan internasional penting untuk memastikan kebebasan berserikat benar-benar dijalankan di pabrik.” kata Budi Lahmudi selaku Ketua PUK Marsol. (Yanto)