Bogor, KPonline – Dalam upaya memperkuat kualitas anggota dan memperkokoh barisan perjuangan, PUK SPAMK FSPMI PT Seiwa Indonesia menyelenggarakan kegiatan TFTS SEIWA (Training For Trainer Seiwa) sekaligus Training For Facilitators pada 02–03 Mei 2026 di Villa Ratu Pancawati, Bogor.
Kegiatan yang diikuti oleh peserta dengan 27 orang terdiri dari SIGAP (Seksi, Garda Metal, dan PUK) ini menjadi ruang pendidikan sekaligus konsolidasi, guna membangun kesadaran, meningkatkan kapasitas, serta menumbuhkan semangat kolektif dalam tubuh organisasi.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi materi kelas, praktik lapangan, serta evaluasi. Proses ini tidak hanya menekankan pada transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter penggerak yang siap mengambil peran sebagai pengajar maupun fasilitator di lingkungan kerja masing-masing.
Ketua Panitia, Heri Hermawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari langkah strategis untuk melahirkan anggota yang sadar, terdidik, dan terorganisir. Serikat yang kuat tidak hanya bertumpu pada jumlah, tetapi pada kualitas orang-orang yang mampu berpikir, bergerak, dan menggerakkan.
Sementara itu, Ketua PUK SPAMK FSPMI PT Seiwa Indonesia Asep Pirman dalam sambutannya menekankan pentingnya keikhlasan dalam menjalani proses pendidikan dan berorganisasi. Ia menyampaikan bahwa belajar dan berjuang di serikat bukan semata untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kepentingan bersama.
“Keikhlasan adalah fondasi. Tanpa itu, langkah kita akan mudah goyah. Namun dengan keikhlasan, setiap peran sekecil apa pun akan menjadi bagian dari kekuatan besar dalam perjuangan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum ini sebagai titik awal dalam memperbaiki diri, memperluas wawasan, serta memperkuat komitmen dalam berorganisasi.
Suasana kebersamaan dan solidaritas tampak terbangun selama kegiatan berlangsung. Diskusi yang hidup, kerja sama dalam setiap sesi, serta semangat belajar yang tinggi menjadi bukti bahwa pendidikan organisasi tetap menjadi nafas utama dalam menjaga keberlangsungan gerakan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu mengembangkan potensi diri, serta membawa semangat dan pengetahuan yang didapat sebagai bekal untuk memperkuat organisasi di masa yang akan datang.
Sebagaimana diyakini bersama, perjuangan tidak akan berhenti. Ia akan terus berjalan bersama mereka yang mau belajar, berproses, dan tetap setia dalam barisan. (HH/Seiwa)