Bekasi, KPonline – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, BMKG, melalui Stasiun Klimatologi Jawa Barat merilis peringatan dini potensi curah hujan tinggi di wilayah Provinsi Jawa Barat untuk periode 1 hingga 10 Mei 2026.
Informasi tersebut disampaikan akun Instagram resmi @bmkg_jawabarat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada berbagai sektor, termasuk kebencanaan hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang.
Berdasarkan peta potensi yang dirilis, sebagian besar wilayah Jawa Barat berada dalam kategori tidak ada peringatan. Namun demikian, terdapat beberapa daerah yang masuk kategori waspada dan siaga terhadap curah hujan tinggi.
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Warga diminta memantau informasi cuaca terkini, membersihkan saluran air, dan menghindari daerah rawan longsor atau banjir saat hujan lebat.
“Peringatan dini ini kami sampaikan agar masyarakat dan pemangku kepentingan dapat melakukan mitigasi lebih awal. Potensi hujan lebat dapat disertai kilat/petir dan angin kencang,” tulis BMKG Jabar dalam unggahannya.
Peringatan ini keluar setelah longsor besar melanda tebing di area proyek PLTA Upper Cisokan, Bandung Barat, pada 1 Mei 2026. Longsor dipicu hujan deras selama beberapa jam yang mengguyur wilayah perbukitan. Sebelumnya, longsor juga dilaporkan menghancurkan fasilitas di objek wisata Curug Malela.
BPBD Jawa Barat meminta warga di daerah perbukitan dan bantaran sungai meningkatkan kewaspadaan selama periode 1–10 Mei 2026. Masyarakat dapat mengakses informasi cuaca lengkap melalui aplikasi Info BMKG atau kanal resmi BMKG.
Untuk daerah kategori waspada dan siaga, BMKG belum merinci nama kabupaten/kota dalam unggahan. Masyarakat diimbau cek peta potensi curah hujan di akun @bmkg_jawabarat atau situs resmi Stasiun Klimatologi Jawa Barat. (Yanto)