Mengenang Bung Monang: Kader Terbaik FSPMI-KSPI yang Disegani Kawan Maupun Lawan

  • Whatsapp

Cilacap, KPonline – Banyak sahabat dan kawan seperjuangan yang mengantarkan Hamonangan Pasaribu (alm) ke tempat peristirahatan terkhirnya di Kompleks Pemakaman Umum Karang Suci, Tegareja, Cilacap, Senin (4/12/2018).

Tidak sedikit dari mereka yang datang dari luar daerah.

Bacaan Lainnya

Wajah duka menyelimuti ratusan buruh yang datang menjelang prosesi pemakaman jenazah Hamonangan Pasaribu. Sementara di media sosial, ucapan belasungkawa juga terus disuarakan.

Suasana haru terasa. Terpebih kabar kepergian yang tiba tiba dari salah satu kader terbaik FSPMI-KSPI di Jawa Tengah.

Para pekerja di daerah Cilacap juga banyak yang datang. Apalagi Monang selalu bersama-sama dengannya dalam banyak kesempatan dan perjuangan.

Bahkan tak sedikit mereka yang datang masih mengenakan seragam kerja dan wearpack perusahaan.

Tidak bisa dipungkiri, semasa hidup dia adalah sosok yang di kenal ramah, santun, dan bisa diterima dimana saja.

Militansi dan pengabdiannya yang besar terhadap perjuangan buruh dirasakan siapapun yang dekat dengannya. Tak sedikit yang sudah menganggapnya seperti ayah sendiri.

bersama untuk bercerita dan mencari satu solusi bagi kepentingan orang banyak speerti yang diutarakan rekan kerja Almarhum Sekretaris di Dewan Pengurus wilayah Jawa Tengah Luqmanul Hakim

“Semasa hidup mendiang adalah sosok guru dan ayah bagi siapa saja yang mengenalnya. Pasalnya selain sosok yang ramah dan periang. Jiwa militansi dan dedikasinya terhadap keterpihaknya untuk sesama dan kemaslahatan orang banyak tidak diragukan lagi,” ujar Sekretaris DPW FSPMI Jawa Tengah, Luqmanul Hakim.

“Di manapun ia berada, disitu pasti ada senyuman,” tambahnya.

“Jadi tentu bagi kami dan orang orang yang mengenal beliau pasti terpukul akan berita kepergianya. Apalagi selama ini beliau terlihat sehat dan tidak pernah mengeluh sedang merasakan sakit apapun. Itulah yang menambah goresan dan sayatan dalam batin kami.”

Luqmanul Hakim menegaskan, bahwa banyaknya perubahan di Jawa Tengah, khususnya di Cilacap, tidak lepas dari nama Hamonangan Pasaribu.

Sosoknya yang ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja membuat ia menjadi sosok yang dirindukan dan di sayangi banyak kalangan. Selain aktif di KSPI – FSPMI Jateng ia juga menjadi ketua Aliansi Buruh Cilacap dan ketua Forum Buruh Cilacap dan beberapa komunitas lainnya.

Mereka yang datang bertakziah tidak hanya dari FSPMI. Banyak pengurus serikat pekerja lain yang juga datang.

Selain dikenal ramah di lingkungan tempat almarhum tinggal, mendiang dikenal aktif dalam kegiatan di kampungnya.

“Jiwa sosialnya yang tinggi sangat membantu warga dalam melakukan musyawarah dan pemecahan di lingungaan rukun tetangga,” ungkap salah ketua Rukun Tetangga ketika memberi sambutan dalam prosesi pemberangkatan jenazah.

Di mata Dewan Pengurus Pusat FSPMI, Hamonangan adalah sosok yang luar biasa. Dedikasi, militansi, dan pejuang yang gigih.

Seperti yang disampaikan Iswan Abdullah saat memberikan sambutan sebelum jenazah diberangkatkan.

“Hamongan Pasaribu bagi kami di Jakarta adalah sosok kawan, keluarga, dan panutan. Sikap, kegigihan, dan dedikasinya terhadap organisasi apalagi legiatan sosial untuk sesama adalah hal yang sangat menunjukan di orang yang baik dan mulia. Mungkin dia satu dan kesehariannya di Cilacap. Tapi bayang dan gaungnya terdengar di seluruh belahan negeri ini. Apalagi di depan di Istana negara Jakarta,” kata Iswan.

“Ciri ciri orang baik bagi kami adalah dia orang yang selama hidupnya bermanfaat untuk orang lain, dan ketika pergi banyak yang menetaskan air mata dan duka. Itu terus bergendalung di pelipis mata,” lanjutjya.

“Bersama ini pula saya mewakili Presiden KSPI-FSPMI Sadi Iqbal yang kebetulan hari ini masih di luar negeri. Beliau mendelagasikan saya dan menyampaikan duka sedalam dalamnya karena beliau tidak bisa hadir untuk memberi penghormatan yang terkhir kalinya dan beliau turut berduka sedalam dalamya karena kembali kehilangan sosok keluarga, sahabat dan kader terbaiknya. Dalam ingatan saya selama hidup mendiang orang baik kami saksinya dan insyallah khusnul khatimah,” pungkas Iswan. [Nkh]

Pos terkait