Ketika Penderitaan Digambarkan Dalam Teatrikal

Subang-KPonline, Tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Sedunia. Di tingkat nasional, peringatan International Women Day (IWD) tahun ini dirayakan secara bersama oleh berbagai elemen dan beberapa Federasi Serikat Buruh/Serikat Pekerja di depan Istana Negara, Jakarta.

Buruh Perempuan Subang yang tergabung dalam Forum Buruh Perempuan Subang (FBPS) yang merupakan bagian dari Aliansi Buruh Subang (ABS) juga ikut memperingati IWD 2018.

Setiap tahun, kami memperingati IWD dengan aksi, orasi, hingga audiensi dengan pemerintah daerah dan beberapa SKPD yang berhubungan langsung dengan Perlindungan Perempuan.

Tapi kali ini, kami mencoba dengan konsep baru, yang belum pernah kami lakukan. Yaitu dengan konsep teatrikal.

Teatrikal ini untuk menggambarkan tentang kondisi sesungguhnya buruh-buruh perempuan di balik tembok-tembok pabrik.

Terutama buruh perempuan pabrik garment.

Dengan latihan hanya dua kali, karena terkendala jadwal kerja para pemeran laku yang berbeda pabrik dan serikatnya, ternyata buruh perempuan Subang mampu melakonkan setiap karakter dengan baik.

Didukung pula oleh para pengisi suara dan sountrack yang meskipun seadanya tapi mampu menciptakan suasana seperti yang seharusnya.

Saya sebagai sutradara sekaligus penulis skrip dialog, menulis sesuai dengan apa yang pernah saya alami, menulis dengan hati, sehingga ketika semua adegan dialog selesai, dilanjutkan dengan pembacaan puisi saya begitu larut dan terbawa suasana.

Dan menjadi sangat emosional ketika sekuat tenaga menahan airmata agar tidak jatuh, menyebabkan kepala bagian belakang sakit luar biasa dan padangan menjadi gelap.

Tetiba semua gelap dan oleng. Tapi Saya sesungguhnya masih dalam kondisi setengah sadar, karena masih tetap bisa mendengar kawan-kawan perempuan melanjutkan membaca puisi dengan semangat membara.

Ini klarifikas saya terkait berita pingsannya saya di aksi siang tadi, yang juga dimuat KPonline.

Sesungguhnya airmata saya adalah gambaran perasaan haru dan bahagia, diantara rasa ragu mampu atau gagal menjalankan rencana aksi teatrikal dan baca puisi hari ini. Semua justru melebihi ekspektasi saya.

Terima kasih untuk semua kawan-kawan Buruh Perempuan Subang dari SPMKB, SPG YOUTEX, dan PUK SPAI FSPMI PT. PUNGKOOK yang hari ini sudah terlibat. Kawan-kawan Garda Metal Subang yang suport kami habis-habisan, kawan-kawan FSPMI Subang, kawan-kawan BEM STKIP Subang yang turut serta di aksi ini dengan membacakan puisi untuk dukungannya kepada Kami Buruh Perempuan Subang.

Moralitas suatu Bangsa/Kaum bisa dilihat dari bagaimana cara Bangsa/Kaum itu memperlakukan Kaum Perempuannya. (esr)

Facebook Comments