Kasus PHK Buruh Musim Mas Masih Bergulir di Pengadilan

  • Whatsapp

Pelalawan, KPonline – Humas PT Musim Mas mengatakan bahwa pemutusan hubungan kerja PT. Musim Mas kepada Jefri Zebua sudah dijelaskan oleh saksi pada persidangan tertanggal 22 Januari 2021 bahwa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dilakukan bukan karena sakit atas kecelakaan kerja melainkan karena Jefri melakukan tindakan indisipliner (mangkir) selama 5 (lima) hari kerja secara berturut-turut pada Januari 2020 lalu.

Selama 5 (lima) hari kerja secara berturut-turut yaitu dari tanggal 13,14,15,16 & 17 Januari 2020 lalu, dan telah dipanggil secara tertulis sebanyak 2 x pada tanggal 14 & 16 Januari 2020 namun tidak diindahkan oleh Jefri dengan tetap tidak hadir bekerja dan tidak datang melaksanakan kerja ringan sebagaimana rekomendasi team medis BPJS.

Bacaan Lainnya

“Selanjutnya saksi Sere team medis BPJS dan Yoko staff perusahaan pada persidangan tertanggal 22 Januari 2021 ketika penyampaian keterangan saksi, bahwa terkait dengan kecelakaan kerja luka pada bagian kepala yang pernah dialami oleh sdr. Jefri. Sebelumnya dinyatakan oleh dokter yang berkompeten pada bidangnya bahwa hal ini sudah selesai dan sudah ditutup serta dinyatakan sembuh tanpa cacat.

“Mengenai gangguan pendengaran pada telinga dijelaskan juga oleh tim medis bahwa hal ini sudah ditutup dengan adanya persentase kecacatan penurunan fungsi pendengaran serta pihak BPJS Ketenagakerjaan sudah memberikan santunan kepada sdr. Jefri. Artinya permasalahan kecelakaan kerja dinyatakan selesai sesuai dengan ketentuan dan aturan BPJS Ketenagakerjaan”, demikian disampaikan Humas PT. Musim Mas dalam klarifikasinya pada Rabu (27/012021).

Sementara Satria Putra selaku Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPW FSPMI) Provinsi Riau, menyampaikan rasa keprihatinan kepada Jefri, yang mana dalam penjelasannya Jefri di Putus Hubungan Kerjanya (PHK) dalam keadaan sakit akibat kecelakaan kerja.

Perselisihan yang telah bergulir sejak Januari 2020 sampai kini (22/01/2021) antara Jefri Zebua melawan PT. Musim Mas tidak juga mendapatkan titik temu dalam permasalahannya, karena masing-masing pihak tidak pernah memiliki kesamaan pendapat.

Dalam agenda menghadirkan saksi tergugat kali ini, PT. Musim Mas menghadirkan suster klinik di lingkungan perusahaan, yang mana telah mengakui bahwa telah memberikan surat istirahat kepada Jefri pada tanggal 13 dan 16 Januari 2020.

Kemudian saksi kedua adalah staff/asisten di PT. Musim Mas Estate I Yoko yang mana dalam pengakuannya adalah staff divisi tempat penggugat bekerja yang mengetahui dan bersaksi bahwa telah terjadi kecelakaan kerja pada Minggu tanggal 21 Januari 2018 kepada pekerja PT. Musim Mas atas nama Jefri.

“Pada saat itu saya masih dalam keadaan sakit bang, bahkan tidak dapat berjalan sampai-sampai istri saya yang mengantarkan saya ke klinik, gak taunya sore itu aku dipanggil sendirian dan diberikan surat pengunduran diri agar saya tanda tangani, tentu saya tidak mau tanda tangan karena saya masih dalam keadaan sakit akibat 35 jahitan bekas kecelakaan kerja dikepala saya dan kemudian pada tanggal 30 januari 2020 saya di PHK sepihak oleh perusahaan”, tutur Jefri dalam perbincangan bersama Ketua DPW FSPMI – Riau.

“Kami DPW FSPMI Riau sangat menyesalkan terhadap perlakuan oknum pimpinan Perusahaan PT. Musim Mas Estate I bila mana pekerja yang sakit akibat kecelakaan kerja di PHK sepihak dan tidak melakukan negosiasi kepada pekerja, menurut kami ini sangatlah merusak citra perusahaan kelapa sawit raksasa yang memiliki 4 Sertifikasi”, ucap Ketua DPW FSPMI Provinsi Riau.

Dengan berakhirnya agenda kesaksian maka untuk agenda berikutnya pada tanggal 29 Januari 2021 sidang berikutnya dalam agenda memberikan konklusi atau kesimpulan.

 

Pos terkait